VI. ANALISA DALAM TRADING FOREX
Setelah
sepintas kita mengetahui apa itu forex, bagaimana menginstall MT4
terminal, mengenal tool bar yang ada pada terminal MT4 dan membaca
chart. Saatnya kita mengetahui beberapa indicator yang ada dalam
terminal MT4.
Fungsi indcator dalam terminal MT4 sebenarnya adalah
alat bantu untuk menganalisa perubahan market, sehingga kita bisa
dengan pasti kapan masuk ke market dan mendapat keuntungan sesuai
dengan target yang kita harapkan.
Macam Analisa
Tiga Jenis Analisis Pasar
Untuk
memulai, mari kita lihat tiga bagaimana Kita akan menganalisis dan
mengembangkan ide untuk trading forex. Ada tiga jenis dasar analisis
pasar:
- Analisa Teknikal
- Analisis Fundamental
- Analisis Sentimen
Mana
yang lebih baik, selalu perdebatan analisis yang lebih baik, tetapi
untuk mengatakan kebenaran, kita harus mengetahui ketiganya.
Ini
seperti berdiri di bangku berkaki tiga – jika salah satu kaki lemah,
dengan berat badan Kita, Kita akan jatuh. Hal yang sama juga berlaku
dalam perdagangan. Jika analisis Kita pada salah satu dari tiga jenis
perdagangan lemah dan Kita mengabaikannya, ada kemungkinan bahwa hal
itu akan menyebabkan Kita mengalami kerugian!…
- 1. Analisa Teknikal
Analisis teknis adalah kerangka di mana trader mempelajari pergerakan harga.
Teorinya
adalah bahwa seseorang dapat melihat pergerakan harga secara historis
dan menentukan kondisi perdagangan saat ini dan pergerakan harga
potensial yang akan datang.
Bukti utama untuk menggunakan analisa
teknis adalah bahwa, secara teoritis, semua informasi pasar saat ini
tercermin dalam harga. Jika harga mencerminkan semua informasi yang ada
di luar sana, maka gerakan harga adalah salah satu yang perlu
diperhatikan sebelum melakukan transaksi.
Sekarang, apakah pernah
mendengar pepatah lama, “Sejarah cenderung mengulangi dirinya
sendiri”? Nah, itulah dasarnya kita menggunakan analisa teknikal!
Analisa
teknis mencari pola-pola serupa yang telah terbentuk di masa lalu, dan
akan memberikan ide bahwa harga akan bergerak dengan cara yang sama
dengan sebelumnya.Dalam dunia perdagangan, ketika seseorang
membicarakan analisa teknis, hal pertama yang terlintas dalam pikiran
adalah grafik. Analisa Teknis menggunakan grafik karena itu adalah cara
termudah untuk memvisualisasikan data historis!
Kita dapat
melihat data masa lalu untuk membantu melihat tren dan pola yang dapat
membantu menemukan beberapa peluang trading.Apa lagi dengan semua
trader yang mengkitalkan analisis teknis, pola harga dan sinyal
indikator cenderung benar dengan sendirinya.Kita harus tahu bahwa bahwa
analisis teknis SANGAT SUBJEKTIF.Yang penting adalah bahwa Kita
memahami konsep-konsep dalam analisis teknis sehingga Kita tidak akan
mimisan tiap kali ada orang mulai berbicara tentang Fibonacci, Bollinger
band, atau titik-titik pivot.
Prinsip Dasar Analisis Teknikal
Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai asas dalam melakukan analisis teknikal, yaitu:
1. Market Price Discounts Everything
Yaitu
segala kejadian-kejadian yang dapat menyebabkan gejolak dalam bursa
valas secara keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti
faktor ekonomi, politik fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian
yang tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa
bumi dan lain sebagainya akan tercermin pada harga pasaran.
2. Price Moves in Trend
Yaitu
harga mata uang asing akan tetap bergerak dalam satu trend. Harga mula
bergerak ke satu arah, turun atau naik. Trend ini akan berterusan
sehingga pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum
berbalik dan bergerak ke arah yang bertentangan.
3. History Repeats It Self
Kerana
analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologi para pelaku
pasar, maka pergerakan berulang dapat dijadikan acuan untuk memprediksi
pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola berulang ini dapat
dilihat dari waktu ke waktu di grafik. Pola-pola ini mempunyai makna
yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan harga.
Para chartist (pihak
yang melakukan analisa teknikal), percaya bahwa mereka dapat
mengetahui pola-pola pergerakan harga kurs di masa mendatang dengan
berdasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. Singkatnya
mereka memegang jargon ini: “History always repeats it self.” Filosofi
ini tentu saja bertentangan dengan para fundamentalis dimana keputusan
investasi atas nilai suatu mata uang didasarkan pada faktor fundamental
ekonomi, politik dan moneter negara yang bersangkutan.
Senjata
utama para analis teknikal adalah grafik (chart – itulah mengapa mereka
disebut chartist). Melalui chart inilah mereka dapat melihat trend
yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan
level-level psikologis yang ada. Jika Kita telah mampu mengetahui 4 hal
tersebut, tentu saja keuntungan besar segera akan mengalir deras ke
kocek Kita. Mari saya ulang:
1. Trend yang sedang berlangsung
2. Volume transaksi
3. Level-level psikologis (support dan resistance)
4. Periode waktu yang terjadi.
Yup,
itu saja. Memang tujuan para chartist adalah memprediksikan ke empat
hal ini. Namun sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seberapa akurat
kemampuan kita memprediksi harga? Nah itulah yang memang harus terus
menerus di asah tiap-tiap hari. Tidak ada satu pun metode yang sempurna
baik fundamental maupun teknikal. Pengalaman dan diri sendiri memegang
peranan sentral disini.
Analisa teknikal sendiri memiliki
beberapa section atau dasar analisa yang berbeda. Secara garis besar
analisa teknikal dibagi menjadi beberapa cabang besar yaitu:
Apakah
analisa teknikal memiliki kelemahan?? Tentu saja. Seperti saya katakan
barusan, tidak ada yang sempurna. Mari saya sarikan kelemahan kedua
analisa ini dalam bentuk tabel:
Kelemahan pada Analisa Fundamental
Kelemahan pada Analisa Teknikal
Butuh waktu untuk memperoleh informasi.
Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang.
Sangat
bergantung pada kemampuan chartist. Tiap chartist memiliki metode
yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu
sama lain.
Lebih cocok diterapkan pada long term period trading.
Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.
Nah
itu saja untuk perkenalan pada analisa teknikal. Pada bagian
berikutnya kita langsung saja berkenalan dengan grafik. Pasti Kita tidak
menginginkan terlalu banyak informasi yang akhirnya malah membuat Kita
pusing bukan?
Indikator Teknikal
Dalam
analisa teknikal kita mengenal beberapa perangkat yang digunakan untuk
memprediksi trend pergerakan harga, mengetahui support dan ressistance
serta overbought-oversold. Perangkat tersebut mendasarkan pada data
historis yang terjadi dimasa lampau. Namanya
indikator.
Indikator
diciptakan oleh banyak analis teknikal dan masing-masing memiliki
tujuan tertentu. Beberapa ahli menciptakannya untuk memprediksi trend
yang sedang berlangsung. Lainnya menciptakan indikator teknikal untuk
mengukur OB dan OS. Sementara ada juga yang menciptakannya untuk
mengetahui batasan sup dan res.
Nama indikator teknikal juga
banyak yang sama dengan nama penemunya. Sebagai contoh indikator
bernama Bollinger Bands, diciptakan oleh John Bollinger, seorang Analis
Teknikal keturunan Yahudi.
Namun kalau mau diselidiki sebenarnya
indikator menerapkan prinsip ilmu statistik dalam perhitungannya. Ya,
statistik. Namun jangan khawatir, kalau Kita tidak menyukai statistik
(sama seperti saya), kabar baiknya, Kita tidak perlu melakukan
perhitungan manual satu persatu dalam membuat indikator. Semua software
penyedia grafik forex biasanya sudah menyediakan built in indicator
didalamnya dan kita tinggal menggunakannya saja. Bahkan ada beberapa
platform yang memungkinkan kita membuat indikator sendiri. Ya, tentu
saja itu kalau Kita sudah advance. Saya sendiri tidak tertarik untuk
membuat indikator sendiri. Bagi saya indikator yang ada sekarang sudah
memadai.
Ada terdapat lebih dari 300 indikator yang dapat Kita
gunakan dalam melakukan analisa teknikal. Namun dalam penerapannya
nanti Kita hanya membutuhkan 2 sampai maksimal 4 jenis indikator saja
kok. Bukan berarti semakin banyak indikator akan semakin baik. Tidak.
Yang ada adalah semakin membingungkan. Gunakan secukupnya saja dan
mulailah terbiasa dengan beberapa indikator yang menurut Kita baik.
Pada
Netdania sendiri ada lebih dari 20 jenis indikator yang dapat Kita
gunakan. Sementara pada GAIN Capital jumlahnya ada sekitar 15 buah
namun memungkinkan Kita menambahkan indikator sendiri dengan menggunakan
API (Application Programming Interface) mereka.Di metatrader Kita
dapat menambahkan indikator yang bernama Experts Advisor.
Gambar dibawah ini adalah tampilan pilihan indikator pada Metatrader.
Perlu
ditekankan disini bahwa mengetahui banyak indikator bukan berarti
menjamin trading Kita profit. Esensi dari penggunaan indikator terletak
pada bagaimana Kita memadukan satu indikator dengan indikator lainnya
serta timing dan periode yang Kita gunakan. Jika diibaratkan sebuah
kerajaan, maka indikator berperan sebagai penasehat bagi Kita dalam
menentukan kebijakan untuk kerajaan Kita. Kitalah yang memutuskan
apakah nasehat tersebut dituruti atau tidak. Semakin banyak penasehat
maka semakin banyak suara yang diberikan. Kadang itu menjadi bukan saja
membuat waktu tetapi menyesatkan dan seringkali menggerus emosi kita.
- 2. Analisa Fundamental
Analisis
fundamental adalah cara melihat pasar dengan menganalisis kekuatan
ekonomi, sosial, dan politik yang mempengaruhi penawaran dan permintaan
aset. Jika Kita berpikir tentang hal ini, Sama seperti di kelas 101
Ekonomi Kita, permintaan dan penawaranlah yang menentukan harga.
Bagian yang sulit adalah menganalisis semua faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan.
Dengan
kata lain, Kita harus melihat faktor yang berbeda untuk menentukan
ekonomi bagus dan ekonomi yang jelek. Kita harus memahami alasan
bagaimana dan mengapa peristiwa-peristiwa seperti peningkatan
pengangguran mempengaruhi perekonomian suatu negara, dan akhirnya,
permintaan mata uangnya.
Gagasan di balik jenis analisis ini
adalah bahwa jika saat ini atau masa depan prospek ekonomi suatu negara
yang baik, mata uang mereka kuat. Perekonomian suatu negara lebih baik
maka makin banyak usaha asing dan investor yang akan berinvestasi di
negara itu. Hal ini menyebabkan kebutuhan untuk membeli mata uang
negara itu meningkat untuk memperoleh aset.
Singkatnya, ini adalah gambaran analisa fundamental.
Sebagai
contoh, mari kita mengatakan bahwa dolar AS telah memperoleh kekuatan
karena ekonomi AS membaik. Perekonomian membaik, suku bunga dinaikkan
untuk mengendalikan pertumbuhan dan inflasi.
suku bunga yang lebih
tinggi membuat aset keuangan dalam mata uang dolar lebih menarik.
Dalam rangka untuk mendapatkan aktiva tersebut, pedagang dan investor
harus membeli beberapa Dollar. Akibatnya, nilai dolar akan meningkat.
Nanti,
Kita akan belajar data ekonomi apa yang menggerakkan harga mata uang,
dan mengapa mereka melakukannya. Kita akan tahu siapa Ketua FED dan
bagaimana data penjualan ritel mencerminkan perekonomian.
Tapi itu
pelajaran untuk lain waktu. Untuk saat ini, hanya tahu bahwa analisa
fundamental adalah sebuah cara untuk menganalisis mata uang melalui
kekuatan atau kelemahan ekonomi suatu negara.
- 3. Analisa Sentimen
Sebelumnya,
kami mengatakan harga yang secara teoritis akurat mencerminkan semua
informasi pasar yang tersedia. Sayangnya bagi kami pedagang, tidak
sesederhana itu. Pasar tidak hanya mencerminkan semua informasi di luar
sana karena pedagang akan bertindak dengan cara yang sama. Tentu saja,
itu bukan bagaimana segala sesuatu bekerja.
Setiap trader
memiliki pendapatnya sendiri atau penjelasan mengapa pasar bertindak.
Pasar hanya seperti Facebook – itu jaringan kompleks yang terdiri dari
individu-individu.
pasar pada dasarnya mewakili semua pedagang –
Kita, Sastro, susi dari toko donat – merasakan gerakan pasar. Setiap
trader mempunyai pikiran dan pendapat yang dinyatakan melalui posisi
yang mereka ambil, membantu membentuk keseluruhan sentimen pasar.
Masalahnya
adalah bahwa sebagai trader, tidak peduli seberapa kuat perasaan Kita,
Kita tidak dapat menggerakkan pasar ke arah yang kita inginka (kecuali
jika Kita salah satu GS ! George Soros atau Goldman Sachs). Bahkan
jika Kita benar-benar percaya bahwa dolar akan naik, tetapi orang lain
percaya akan turun, kita tidak bisa melakukan apa-apa.
Sebagai
trader, Semua hal ini harus menjadi pertimbangan kita. Terserah Kita
untuk mengukur bagaimana perasaan pasar , apakah itu bullish atau
bearish. Pada akhirnya, terserah kita untuk mengetahui bagaimana Kita
ingin memasukkan sentimen pasar menjadi strategi trading Kita. Jika
Kita memilih untuk mengabaikan sentimen pasar, itu pilihan Kita. Tapi,
hei.., kami bilang sekarang, Kita akan rugi!
Dengan mampu mengukur
sentimen pasar dapat menjadi alat yang penting dalam kotak peralatan
Kita. Kemudian di sekolah liteforex ini, kami akan mengajari kita
bagaimana menganalisis sentimen pasar dan menggunakannya untuk
keuntungan Kita.
Analisa Terbaik
Sepanjang
perjalanan Kita sebagai calon trader forex Kita akan menemukan
pendukung yang kuat untuk setiap jenis analisis. Jangan tertipu oleh
ekstremis satu sisi! Salah satunya analisa adalah tidak lebih baik dari
yang lain … mereka adalah hanya cara yang berbeda untuk melihat pasar.
Pada akhirnya, kita harus berusaha berdasarkan jenis analisis Kita yang paling nyaman dan menguntungkan bagi kita.
Untuk
catatan, analisa teknikal adalah studi tentang pergerakan harga di
chart sementara analisa fundamental melihat bagaimana perekonomian
suatu negara.
Analisis sentimen pasar menentukan apakah pasar bullish atau bearish terhadap prospek fundamental saat ini atau masa depan.
Faktor
fundamental membentuk sentimen, sedangkan analisis teknikal membantu
kita memvisualisasikan sentimen dan menerapkan kerangka kerja untuk
perdagangan kita.
Ketiga pekerjaan tersebut saling membantu untuk membantu Kita menentukan transaksi.
Kami gambarkan sebagai sebuah Stool berkaki 3 untuk menekankan pentingnya ketiga jenis analisis tersebut.
Ambil kaki salah satu atau dua stool tersebut dan pasti akan goyah!
Untuk menjadi master sejati dalam dunia forex, Kita perlu tahu cara efektif menggunakan tiga jenis analisis tersebut.
Mari kita memberikan contoh bagaimana berfokus pada hanya satu jenis analisis bisa berubah menjadi bencana.
Katakanlah bahwa Kita melihat grafik Kita dan Kita menemukan peluang trading yang baik.
Kita sangat bersemangat dan berpikir tentang uang yang akan kita dapatkan seperti hujan yang turun dari langit.
Kita
berkata kepada diri sendiri, “Wah, aku melihat kesempatan trading yang
sempurna di GBP / USD. Aku cinta chartku.. Mwah Sekarang tunjukkan Aku
uang!”
Kita kemudian melanjutkan untuk membeli GBP / USD dengan senyum lebar besar di wajah Kita (sampai gigi Kita terlihat semua).
Tapi
tunggu! GBP/USD Tiba-tiba bergerak 100 pip ke ARAH LAIN! Sedikit yang
Kita tahu, salah satu bank utama di London bangkrut! Tiba-tiba, semua
orang sentimen terhadap pasar perdagangan Inggris.
Senyum lebar
Kita berubah menjadi bubur dan Kita mulai marah pada chart Kita. Kita
membanting mouse dan memukul komputer. Kita kehilangan banyak uang, dan
sekarang komputer kita rusak berkeping-keping.
Dan itu semua karena Kita mengabaikan analisis fundamental dan analisis sentimental.
Ok, ok, jadi cerita itu di atas sedikit-didramatisasi, tetapi Kita mendapatkan intinya.
Jangan hanya mengkitalkan hanya satu analisa.
Sebaliknya,
Kita harus belajar untuk menyeimbangkan penggunaan dari semua itu.
dengan begitu Kita benar-benar bisa mendapatkan hasil maksimal dari
trading kita.
Beberapa alasan mengapa kita meletakkan analisis pasar sentimen dan fundamental bersama-sama:
-
Pada saat Kita mencapai perguruan tinggi, Kita akan sangat kecanduan
belajar lebih banyak tentang forex dan satu pelajaran tidak akan cukup.
- Sulit untuk menarik garis antara analisis fundamental dan analisis pasar sentimen.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, faktor fundamental sebagian besar membentuk sentimen pasar.
VII. INDICATOR TEKNIKAL
Moving Average
Moving
average hanya merupakan cara untuk melihat kelancaran aksi harga dari
waktu ke waktu. Dengan “bergerak rata-rata”, berarti bahwa Kita hanya
mengambil harga penutupan rata-rata pasangan mata uang untuk periode
nomor yang terakhir ‘X’ . Pada grafik, akan terlihat seperti ini:
Seperti
setiap indikator, indikator moving average digunakan untuk membantu
kita meramalkan harga di masa mendatang. Dengan melihat kemiringan
rata-rata gerakan, Kita dapat lebih menentukan potensi arah harga
pasar.
Seperti yang kami katakan, aksi harga dengan gerakan rata-rata yang diperhalus.
Ada berbagai jenis moving average dan masing-masing memiliki tingkat “kelancaran” mereka sendiri.
Umumnya, semakin mulus rata-rata gerakan, semakin lambat bereaksi terhadap pergerakan harga.
Pada bagian ini, pertama kita perlu menjelaskan kepada Kita dua jenis utama moving average:
- Sederhana (simple moving average)
- Eksponensial (exponential moving average)
Simple Moving Average
Simple
Moving Average adalah jenis yang paling sederhana moving average. Pada
dasarnya, Simple Moving Average dihitung dengan menjumlahkan harga
penutupan terakhir “X” periode dan kemudian membagi jumlah tersebut
dengan X.
Jika Kita merencanakan untuk jangka waktu 5
Simple Moving Average pada grafik 1-jam, Kita akan menambah harga
penutupan selama 5 jam terakhir, dan kemudian membagi jumlahnya dengan
5. Kita memiliki harga penutupan rata-rata selama lima jam terakhir!
String harga tersebut rata-rata sama dan Kita mendapatkan rata-rata
yang bergerak!
Jika Kita plot sederhana 5-Simple Moving
Average pada grafik 10 menit, Kita akan menambah harga penutupan dari
50 menit terakhir dan kemudian bagi jumlahnya dengan 5.
Jika Kita
plot jangka waktu 5 Simple Moving Average pada grafik 30 menit, Kita
akan menambah harga penutupan dari 150 menit terakhir dan kemudian bagi
jumlahnya dengan 5.
paket charting Kebanyakan akan melakukan
semua perhitungan untuk Kita.Alasan menjelaskan “bagaimana” cara
menghitung Simple Moving Average adalah karena itu penting untuk
dipahami sehingga Kita tahu cara mengedit dan tweak indikator tersebut.
Memahami bagaimana indikator bekerja berarti Kita dapat mengatur dan menciptakan strategi yang berbeda.
Sekarang,
seperti hampir semua indikator lain di luar sana, Moving
Average beroperasi dengan delay. Karena Kita mengambil harga rata-rata
sejarah masa lalu, Kita benar-benar hanya melihat masa lalu dan ”masa
depan” harga jangka pendek.
Berikut adalah contoh bagaimana Simple Moving Average memperlancar analisa harga.
Pada
grafik di atas, kami telah memasang tiga SMA berbeda pada chart 1 jam
pada USD / CHF. Seperti yang Kita lihat, semakin besar period SMA,
semakin tertinggal harganya.
Perhatikan bagaimana 62 SMA berada jauh dari harga saat ini dari 30 dan 5 SMA.
Hal ini karena 62 SMA menambahkan sampai harga penutupan 62 periode terakhir dan membaginya dengan 62.
SMA
dalam tabel ini menunjukkan Kita keseluruhan sentimen pasar pada titik
waktu ini. Di sini, kita dapat melihat bahwa pasangan ini trennya
naik.
Alih-alih hanya melihat pada harga pasar saat ini, moving
average memberi kita pandangan yang lebih luas, dan kita sekarang dapat
mengukur secara umum arah harga masa depan. Dengan menggunakan SMA,
kita bisa tahu apakah pasangan trenya naik, tren turun, atau hanya
sideway.
Ada satu masalah dengan simple moving average dan hal itu
bahwa mereka rentan terhadap lonjakan. Ketika hal ini terjadi, hal ini
dapat memberi kita sinyal palsu. Kita mungkin berpikir bahwa tren baru
dapat berkembang, tetapi dalam kenyataannya, tidak ada yang berubah.
Dalam
pelajaran berikutnya, kami akan menunjukkan apa yang kita maksud, dan
juga memperkenalkan Kita kepada jenis lain moving average untuk
menghindari masalah ini.
Exponential Moving Average
Seperti
yang kami katakan dalam pelajaran sebelumnya, simple moving average
dapat terdistorsi oleh lonjakan harga. Kita akan mulai dengan contoh.
Katakanlah kita plot SMA 5-periode pada daily chart EUR / USD.
harga penutupan selama 5 hari terakhir adalah sebagai berikut:
Hari 1: 1,3172
Hari 2: 1,3231
Hari 3: 1,3164
Hari 4: 1,3186
Hari 5: 1,3293
kalkulasinya sebagai berikut:
(1.3172 + 1.3231 + 1.3164 + 1.3186 + 1.3293) / 5 = 1.3209
mudah kan?
Bagaimana
kalau hari kedua ada berita yang keluar yang mengakibatkan euro terjun
bebas. hal ini mengakibatkan EUR/USD terjun ke harga 1.3000. mari kita
lihat apa yang terjadi dengan SMA periode 5.
Day 1: 1.3172
Day 2:
1.3000
Day 3: 1.3164
Day 4: 1.3186
Day 5: 1.3293
Moving Average akan dihitung seperti berikut :
(1.3172 +
1.3000 + 1.3164 + 1.3186 + 1.3293) / 5 =
1.3194
Hasil
dari perhitungan akan mengakibatkan perhitungan yang sangat rendah.
padahalhal tersebt hanya terjadi karena adanya berita yang keluar.
Ini disebut
Exponential Moving Average !
Exponential
Moving Average (EMA) memberikan berat untuk periode paling baru.
Dalam contoh di atas, EMA akan menempatkan berat pada harga hari-hari
paling baru, yang berarti hari 3, 4, dan 5.
Ini akan berarti bahwa
lonjakan pada Hari 2 akan menjadi nilai lebih rendah dan tidak akan
besar pengaruhnya terhadap moving average.
Mari kita lihat di
grafik 4 jam pada USD / JPY untuk menyoroti bagaimana sebuah SMA dan
EMA akan terlihat berdampingan pada grafik.
Perhatikan
bagaimana garis merah (30 EMA). Tampak harga lebih dekat dengan garis
biru (30 SMA). Ini berarti bahwa lebih akurat menggunakan SMA. Kita
mungkin bisa menebak mengapa hal ini terjadi.
Itu karena EMA lebih
menekankan pada apa yang telah terjadi belakangan ini. Ketika trading,
jauh lebih penting untuk melihat apa yang terjadi SEKARANG bukan apa
yangtelah terjadi minggu lalu atau bulan lalu.
SMA vs EMA
Sekarang, Kita mungkin bertanya pada diri sendiri, mana yang lebih baik? Yang sederhana atau eksponensial?
Pertama,
mari kita mulai dengan exponential moving average. Bila Kita ingin
moving average yang akan merespon harga yang bergerak cepat, maka EMA
adalah cara terbaik.
Ini dapat membantu Kita menangkap tren sangat
dini (lebih lanjut tentang ini nanti), yang akan menghasilkan
keuntungan yang lebih tinggi. Bahkan, sebelumnya Kita menangkap tren,
semakin lama Kita bisa menahan OP dan meraup keuntungan yang banyak.
Kelemahan
menggunakan Exponential moving average adalah bahwa Kita mungkin
mendapatkan sinyal palsu selama periode konsolidasi (oh tidak!).
Karena
moving average begitu cepat merespon harga, Kita mungkin berpikir
sebuah tren yang terbentuk ketika itu hanya spike harga.
Dengan
simple moving average, adalah sebaliknya. Bila Kita ingin moving
average yang lebih halus dan lebih lambat untuk merespon aksi harga,
maka SMA adalahpilihan yang terbaik.
Hal ini akan bekerja dengan
baik ketika melihat time frame yang lebih lama, karena bisa memberi
Kita gambaran mengenai tren secara keseluruhan.
Meskipun lambat
untuk merespon tindakan harga, hal itu mungkin bisa menyelamatkan Kita
dari sinyal palsu. kekuranganya adalah bahwa Kita mungkin menunda
terlalu lama, dan Kita mungkin kehilangan harga entri yang baik.
Sebuah analogi mudah diingat perbedaan antara keduanya adalah untuk memikirkan kelinci dan kura-kura.
kura-kura
yang lambat, seperti SMA, jadi Kita mungkin kehilangan untuk
mendapatkan sinyal pada awal tren. Namun, ia memiliki cangkang keras
untuk melindungi diri, dan sama, menggunakan SMA akan membantu Kita
terhindar dari jebakan.
Di sisi lain, kelinci cepat, seperti EMA.
Ini membantu Kita menangkap awal dari sebuah tren tetapi Kita munkin
mendapatkan sinyal palsu.
Di bawah ini adalah tabel untuk membantu Kita mengingat pro dan kontra masing-masing.
SMA
EMA
Pro
Menampilkan grafik halus yang menghilangkan sinyal palsu.
Bergerak cepat dan baik untuk menunjukkan perubahan harga terbaru.
Kont
Bergerak lambat, yang dapat menyebabkan sinyal telat dalam pembelian dan penjualan
Lebih rentan mendapatkan sinyal palsu
Jadi mana yang lebih baik?
Ini benar-benar terserah Kita untuk memutuskan.
Ada
sejumlah strategi trading yang dibangun dengan menggunakan moving
average. Dalam pelajaran berikut, kita akan mengajarkan kepada Kita:
- Cara menggunakan moving average untuk menentukan tren
- Bagaimana menggabungkan moving average crossover ke sistem trading Kita
- Bagaimana moving average dapat digunakan sebagai support dan resistance yang dinamis
Waktu
untuk istirahat! Pergi mencari grafik dan mulai bermain dengan moving
average! Cobalah berbagai jenis dan mencoba bereksperimen dengan
periode yang berbeda. Pada waktunya, Kita akan menemukan moving average
yang paling cocok untuk Kita.
Menggunakan Moving Average
Salah satu cara yang manis untuk menggunakan moving average adalah untuk membantu Kita menentukan tren.
Cara
termudah adalah dengan hanya plot moving average tunggal pada tabel.
Ketika harga cenderung untuk tinggal di atas moving average, berarti
trendnya naik.
Jika harga cenderung tinggal di bawah moving average, maka menunjukkan bahwa trend menurun.
Masalahnya dengan hal ini adalah bahwa itu terlalu sederhana.
Mari kita katakan bahwa USD / JPY trendnya turun, tetapi laporan berita yang keluar menyebabkan spike yang tinggi.
Kita melihat bahwa harga sekarang di atas rata-rata bergerak. Kita berpikir kepada diri sendiri:
Jadi Kita melakukan hal itu. Kita membeli satu miliar unit menyebabkan Kita yakin bahwa USD / JPY akan naik.
Ternyata, trader hanya bereaksi terhadap berita, tetapi trend tetap turun dan lebih rendah!
Apa
beberapa trader yang melakukan – dan kami sarankan Kita jangan
melakukan juga. Untuk mempermudah mendapatkan sinyal yang lebih jelas
apakah pasangan ini tren naik atau turun tergantung pada urutan moving
average. Mari kita jelaskan.
Pada uptrend, yang “lebih cepat”
moving average harus berada di atas “lebih lambat” rata-rata bergerak
dan kecenderungan untuk menurun, sebaliknya.Sebagai contoh, katakanlah
kita memiliki dua MA: 10-periode MA dan MA periode 20. Pada grafik
Kita, akan terlihat seperti ini:
Di atas adalah daily
chart USD / JPY. Sepanjang uptrend, 10 SMA di atas 20 SMA. Seperti yang
Kita lihat, Kita dapat menggunakan moving average untuk membantu
menunjukkan apakah pasangan adalah tren naik atau turun. Menggabungkan
ini dengan pengetahuan Kita pada garis tren, ini dapat membantu Kita
memutuskan apakah akan buy atau sell .
Kita juga dapat mencoba menempatkan lebih dari dua moving average pada chart Kita.
Moving Average Crossover
Sekarang,
Kita tahu bagaimana menentukan trend dengan memplot moving average
pada grafik Kita. Kita juga harus tahu bahwa moving average dapat
membantu Kita menentukan kapan tren berakhir dan sebaliknya.
Yang
harus Kita lakukan adalah plot beberapa moving average pada chart Kita,
dan menunggu sebuah crossover (persilangan). Jika moving average
menyilang satu sama lain, itu berarti sinyal bahwa tren akan
segera berubah, sehingga memberikan kesempatan kepada Kita untuk
mendapatkan entri yang lebih baik. Dengan memiliki entri yang lebih
baik, Kita memiliki kesempatan mendapatkan profit yang banyak!
Jika Allen Iverson mencari nafkah dengan memiliki langkah menyilang yang mematikan, mengapa Kita tidak?
Mari kita melihat lagi bahwa daily chart USD / JPY menunjukkan moving average crossover.
Dari
sekitar April sampai Juli, pasangan berada dalam uptrend yang bagus.
keluar sekitar 124,00, sebelum perlahan-lahan menuju ke bawah. Pada
pertengahan Juli, kita melihat bahwa 10 SMA menyeberang di bawah 20
SMA.
Dan apa yang terjadi selanjutnya?
Sebuah trend menurun yang bagus!
Jika Kita sell di crossover SMA, akan menghasilkan hampir seribu pips!
Tentu saja, tidak setiap perdagangan akan menghasilkan seribu pip, seratus-pip, atau bahkan 10-pip.
Ini
bisa menjadi sinyal yang palsu, yang berarti Kita harus
mempertimbangkan hal-hal seperti di mana kita harus menempatkan stop
loss atau kapan harus mengambil keuntungan. Kita tidak boleh melompat
masuk pasar tanpa rencana!
Satu hal yang perlu dicatat dengan
sistem crossover adalah bahwa ketika mereka bekerja dalam pasar yang
volatile, mereka tidak bekerja dengan baik ketika trend sideway.
Support Resistance Dinamis
Cara lain untuk menggunakan moving average adalah dengan menggunakan mereka sebagai support dan resistance dinamis.
Kami
ingin menyebutnya dinamis karena hal itu tidak seperti support
resistance tradisional. Mereka akan terus berubah tergantung pada aksi
harga terbaru.
Ada banyak pedagang di luar sana yang melihat
moving average ini sebagai support resistance utama. Trader akan
melakukan beli jika harga menguji moving average atau sell jika harga
naik dan menyentuh moving average.
Berikut adalah chart 15-menit dari GBP / USD dan mengetest pada 50 EMA. Mari kita lihat support resistance dinamis.
Setiap
kali harga mendekati 50 EMA dan diuji, itu bertindak sebagai
perlawanan dan harga memantul kembali. Satu hal yang harus diingat
adalah bahwa hal ini hanya seperti support resistance garis normal.
Ini
berarti harga tidak akan selalu memantul sempurna dari movinga
average. Kadang-kadang akan melewatinya sedikit sebelum kembali ke arah
tren.
Kita bisa menyebut daerah ini sebagai ”zona”.
Mari kita lihat lagi pada chart 15-menit dari GBP / USD, tapi kali ini mari kita menggunakan 10 dan 20 EMAS.
Dari grafik di atas, Kita melihat harga melewati 10 EMA beberapa pips, tetapi mulai menurun setelah itu.
Ada
beberapa trader yang menggunakan strategi intraday seperti ini. Idenya
adalah bahwa hanya seperti support resistance horisontal, moving
average harus diperlakukan seperti zona.
Daerah antara moving average bisa dipKitang sebagai zona support atau resistance.
Menerobos Support Resistance Dinamis
Sekarang
Kita tahu bahwa moving average berpotensi dapat bertindak sebagai
support dan resistance. Menggabungkan beberapa dari mereka, Kita dapat
memiliki sendiri zona kecil yang menyenangkan. Tapi Kita juga harus
tahu bahwa mereka dapat rusak, seperti setiap tingkat support dan
resistance!
Mari kita lihat lagi pada grafik GBP / 15-mnt s USD ‘ dengan 50 EMA.
Dalam
chart di atas, kita bisa melihat bahwa 50 EMA sebagai level support
yang kuat untuk sementara pada GBP / USD karena berulang kali memantul.
Namun,
seperti yang kita telah ditKitai dengan kotak merah, harga akhirnya
berhasil menembus dan terangkat naik. Harga kemudian kembali dan
menguji EMA 50 lagi, yang terbukti menjadi tingkat dukungan yang kuat.
Satu
hal yang menyenangkan waktu menggunakan moving averages adalah bahwa
mereka selalu berubah, yang berarti Kita hanya bisa meninggalkan tempat
pada chart Kita dan tidak harus terus menerus mencari kembali potensi
support dan resistance.
Ringkasan Moving Average
- dari
banyak jenis moving average. Dua jenis yang paling umum adalah
simple moving average dan eksponensial moving average.
- simple
moving average adalah bentuk paling sederhana moving average,
tetapi mereka rentan terhadap lonjakan (spike) harga.
- eksponensial
moving average bergerak menempatkan titik berat terhadap harga
terbaru, yang berarti lebih menekankan pada apa yang para trader
lakukan sekarang.
- Hal ini jauh lebih penting untuk
mengetahui apa yang para trader lakukan sekarang daripada melihat
apa yang mereka lakukan minggu lalu atau bulan lalu.
- moving average lebih halus daripada eksponensial moving average .
- Menggunakan
eksponensial moving average dapat membantu Kita melihat tren
lebih cepat, tetapi rentan terhadap sinyal palsu.
- Smooth
moving average lebih lambat untuk merespon tindakan harga namun
akan menyelamatkan Kita dari spike. Namun, karena reaksi lambat,
mereka dapat menunda Kita dari mengambil kesempatan untuk memasuki
pasar dan dapat menyebabkan Kita kehilangan beberapa peluang
bagus.
- Kita dapat menggunakan moving average untuk membantu
Kita menentukan tren, kapan harus masuk, dan ketika tren tersebut
akan segera berakhir.
- Moving average dapat digunakan sebagai support dan resistance dinamis.
- Salah
satu cara terbaik untuk menggunakan moving average adalah
menggunakan beberapa moving average sehingga Kita bisa melihat
kedua gerakan jangka panjang dan jangka pendek.
Trend Line
Trend
line mungkin merupakan bentuk paling umum dalam analisa teknis. Dan
mungkin salah satu yang paling kurang dimanfaatkan juga.
Jika
digambar dengan benar, trend line dapat seakurat metode lainnya.
Sayangnya, sebagian besar trader tidak menggambarnya dengan benar atau
mencoba untuk membuat garis sesuai pasar, bukan sebaliknya.
Dalam
bentuk yang paling dasar, sebuah garis uptrend ditarik sepanjang bawah
(lembah) area support yang mudah diidentifikasi . Dalam trend turun ,
garis tren digambar di bagian atas area resistensi yang mudah
diidentifikasi (puncak).
Bagaimana Kita menggambar garis tren?
Untuk
menggambar garis tren dengan benar, yang harus Kita lakukan adalah
menemukan dua puncak atas atau bawah dan menghubungkan mereka.
Berikut adalah contoh garis trend ! Lihatlah gelombang itu!
Ada tiga jenis trend:
Uptrend (higher lows)
Downtrend (lower high)
Tren menyamping (raging)
Berikut adalah beberapa hal penting untuk diingat tentang garis tren:
- Dibutuhkan
setidaknya dua puncak atau dasar untuk menarik garis tren yang
valid tetapi membutuhkan TIGA untuk mengkonfirmasi garis tren.
- Semakin
curam garis tren yang Kita gambar, semakin kurang dapat
diKitalkan garis trend tersebut dan kemungkinan akan tembus.
- Seperti garis horisontal support dan resistance, garis tren akan menjadi lebih kuat jika mereka beberapa kali diuji.
- Yang
paling penting, JANGAN PERNAH menggambar garis tren dengan
memaksa mereka untuk menyesuaikan pasar. Jika tidak benar dalam
menggambar garis trend, maka garis tren tersebut tidak valid!
Support Resistance
Support
dan resistance adalah salah satu konsep yang paling banyak digunakan
dalam trading. Anehnya, semua orang tampaknya punya ide mereka sendiri
tentang bagaimana Kita harus mengukur support dan resistance.
Mari kita lihat dasar-dasar pertama.
Lihatlah
diagram di atas. Seperti yang Kita lihat, pola zigzag
memperlihatkantren naik (pasar bull). Ketika pasar bergerak naik dan
kemudian kembali kembali, titik tertinggi yang dicapai sebelum kembali
sekarang adalah resistance.
Dengan pasar yang terus naik, titik
terendah sebelum dimulai naik kembali sekarang adalah resistance.
Support dan resistance secara terus menerus dibentuk selama pasar
berosilasi naik turun dari waktu ke waktu. Dan juga sebaliknya untuk
pasar turun (down trend).
Menggambar Support dan Resistance
Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Support dan Resistance adalah bukan angka pasti.
Sering
kali Kita akan melihat Support dan Resistance yang tembus, tetapi
segera setelah mengetahui bahwa pasar hanya mengujinya. Dengan grafik
candle, “tes” Support dan Resistance biasanya diwakili oleh
bayang-bayang candle.
Perhatikan bagaimana bayangan candle menguji
support 1,4700. Pada saat-saat itu sepertinya pasar “menembus”
support. Tapi setelah itu, kita dapat melihat bahwa pasar hanyalah
menguji level tersebut.
Jadi bagaimana kita benar-benar tahu apakah Support dan Resistance tembus?
Tidak
ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini. Beberapa berpendapat
menyatakan Support dan Resistance tembus jika pasar benar-benar bisa
melampaui level tersebut. Namun, Kita akan menemukan bahwa hal ini
tidak selalu terjadi.
Mari kita ambil contoh yang sama kita dari
contoh diatas dan melihat apa yang terjadi. Ketika harga benar-benar
ditutup di support 1,4700.
Dalam hal ini, harga telah ditutup di bawah tingkat support 1,4700 namun akhirnya naik kembali di atasnya.
Jika Kita telah percaya bahwa sudah tembus dan sell pasangan ini, Kita pasti sudah salah besar’!
Melihat
tabel sekarang, Kita secara visual dapat melihat dan sampai pada
kesimpulan yang mendukung bahwa support belum ditembus, tetapi masih
sangat berpengaruh dan sekarang lebih kuat.
Untuk membantu Kita
menyaring breakout palsu tersebut, Kita harus berpikir support dan
resistance adalah sebagai “zona” daripada angka.
Salah satu cara
untuk membantu Kita menemukan zona ini adalah dengan menggambar support
dan resistance pada line chart daripada candle chart. Alasannya
adalah bahwa line chart hanya menampilkan harga penutupan sementara
candle menambahkan harga tertinggi dan terendah.
Naik turun ini
dapat menyesatkan karena sering kali mereka hanya “kotoran” reaksi
pasar. Ini seperti ketika seseorang melakukan sesuatu yang sangat aneh,
tapi ketika ditanya tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Maaf, itu
hanya gerakan refleks.”
Ketika menggambar support dan resistance,
Kita tidak ingin refleks dari pasar. Kita hanya ingin menggambar
gerakan yang disengaja.
Melihat line chart, Kita menggambar garis
support dan resistance disekitar sekitar daerah di mana Kita dapat
melihat harga membentuk beberapa puncak atau lembah.
Hal menarik lainnya tentang support dan resistance :
- Bila harga melewati resistance, resistance tersebut berpotensi bisa menjadi support.
-Semakin sering harga mengetest support / resistance tanpa melanggar, akan semakin kuat area support dan resistance.
-Ketika
tingkat support dan resistance dipecahkan, kekuatan gerakan tergantung
pada seberapa kuat support atau resistance telah menahan.
Dengan sedikit latihan, Kita akan dapat melihat potensi support dan resistance dengan mudah.
Channel
Jika
kita mengambil teori trend line satu langkah lebih jauh dan menarik
garis sejajar di sudut yang sama dengan uptrend atau downtrend, kita
akan menghasilkan channel. Tidak, kami tidak berbicara tentang SCTV,
RCTI, atau METRO TV.
Channel hanya alat lain dalam analisis teknis
yang dapat digunakan untuk menentukan tempat yang baik untuk membeli
atau menjual. Baik atas dan bawah channel merupakan wilayah potensi
support dan resistance.
Untuk membuat channel (naik) keatas, cukup
menarik garis paralel pada sudut yang sama seperti garis uptrend dan
kemudian pindahkan ke posisi baris yang mana menyentuh puncak terbaru.
Hal ini harus dilakukan pada saat yang sama saat Kita membuat garis
tren.
Untuk membuat channel (turun) kebawah, sederhana menarik
garis paralel pada sudut yang sama seperti garis downtrend dan
kemudian pindahkan ke posisi baris yang mana menyentuh lembah terbaru.
Hal ini harus dilakukan pada saat yang sama Kita membuat garis tren.
Ketika
harga menyentuh garis tren bawah, ini dapat digunakan sebagai area
buy. Ketika harga menyentuh garis tren atas, ini dapat digunakan
sebagai area sell.
Ada tiga jenis channel:
Ascending channel (atas yang lebih tinggi dan bawah yang lebih tinggi)
Descending channel (atas yang lebih rendah dan bawah yang lebih rendah)
Horizontal channel (sideway)
Hal-hal yang penting untuk diingat mengenai garis tren:
- Ketika membuat channel, garis tren harus sejajar satu sama lain.
- Umumnya, bagian bawah channel dianggap sebagai zona beli sementara atas channel dianggap sebagai zona jual.
- Seperti dalam menggambar garis tren, JANGAN PERNAH memaksa harga di channel yang Kita gambar!
Trading Dengan Garis
Sekarang
Kita tahu dasar-dasarnya, saatnya untuk menerapkan alat-alat teknis
dasar yang sangat berguna untuk trading Kita. kami telah membagi
tingkat trading support dan resistance menjadi dua ide yang sederhana:
Bounce (mental) dan Break (tembus).
Bounce
Seperti namanya, metode bouncing pada support dan resistance .
Banyak pedagang eceran membuat kesalahan trading pada level support dan resistance dan menunggu analisa mereka terwujud.
Saat
menggunakan tehnik bounce kita ingin mendapatkan peluang yang
mendukung kita dan menemukan semacam konfirmasi support dan resistance.
Bukan hanya buy atau sel tanpa berpikir panjang, sebaiknya menunggu
sampai mental / bounce terlebih dahulu sebelum masuk pasar. Dengan
melakukan, Kita terhindar dari harga yang bergerak cepat yang menembus
level support dan resistance. Dari pengalaman, menangkap pisau jatuh
akan sangat menyakitkan dan berdarah-darah…
Break
Tidak
cukup hanya dengan tehnik bounce. Kita juga harus tahu apa yang harus
dilakukan jika level support dan resistance tembus! Ada dua cara untuk
menggunkan tehnik break : cara agresif atau cara konservatif.
Cara Agresif
Cara
paling mudah untuk trading trend line break adalah dengan buy atau
sell pada waktu harga melewati zona support dan resistance.
Cara Konservatif
Bayangkan
situasi seperti ini: Kita memutuskan untuk buy EUR / USD dan berharap
harga akan naik setelah memantul dari level support. Segera setelah
itu, harga menembus support dan Kita sekarang loss/rugi, dan saldo
rekening Kita berkurang.
Apa yang akan Kita lakukan?
Menerima kerugian dan melikuidasi posisi Kita?
ATAU
Menahan transaksi Kita dan berharap harga naik lagi?
Jika
pilihan Kita adalah yang kedua, maka Kita akan mudah memahami jenis
metode trading ini. Ingat, setiap kali Kita menutup posisi, Kita
mengambil sisi berlawanan dari perdagangan. Penutupan buy EUR / USD di
dekat titik impas (break even) berarti Kita harus short EUR / USD dengan
jumlah yang sama. Nah, jika banyak orang yang menutup transaksi maka
harga akan balik untuk sementara dan akan mulai jatuh lagi. Fenomena ini
adalah alasan utama mengapa tingkat support yang ditembus akan menjadi
resistance.
Seperti yang sudah Kita duga, mengambil keuntungan
dari fenomena ini adalah lebih baik daripada masuk tepat waktu break,
Kita menunggu harga kembali dan masuk setelah harga bouncing.
Ringkasan
Support Resistance
- Ketika pasar bergerak naik dan kemudian kembali, titik tertinggi dicapai sebelum kembali sekarang resistance.
- Ketika pasar bergerak turun, mencapai titik terendah sebelum naik kembali sekarang menjadi support.
- Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa support dan resistance tidak mempunyai angka pastinya.
- Untuk
membantu Kita menyaring signal palsu tersebut, Kita harus
berpikir suppport dan resistance adalah sebagai “zona” daripada
angka.
- Salah satu cara untuk membantu Kita menemukan zona
ini adalah untuk menggambar support dan resistance pada sebuah
line chart (grafik garis) dan bukan dengan bar chart atau candle
chart.
- Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa ketika
harga melewati zona resistance, resistance tersebut berpotensi
menjadi support. Hal yang sama juga bisa terjadi dengan support.
Jika support ditembus, hal itu bisa berpotensi menjadi resistance.
Trend Lines
Dalam
bentuk yang paling dasar, sebuah garis uptrend ditarik sepanjang
bagian bawah area dukungan. Waktu trend menurun, garis tren digambar di
bagian atas area resistensi.
Ada tiga jenis Trend:
- Uptrend (rendah yang lebih tinggi)
- Downtrend (tinggi yang lebih rendah)
- Tren menyamping
Channel
- Untuk
membuat channel naik, cukup menarik garis paralel pada sudut yang
sama sebagai garis uptrend dan kemudian bergerak ke posisi baris
yang mana menyentuh puncak terbaru.
- Untuk membuat channel turun,
sederhana dengan menarik garis paralel pada sudut yang sama
sebagai garis downtrend dan kemudian bergerak ke posisi baris yang
mana menyentuh lembah terbaru.
Trading support dan resistance level dapat dibagi menjadi dua metode: bounce (mental) dan break (tembus).
Ketika
trading bounce kita ingin mendapatkan peluang dan menemukan semacam
konfirmasi bahwa support atau resistance akan menahan harga. Bukan
hanya membeli atau menjual secara langsung, kita tunggu sampai mental
terlebih dahulu sebelum masuk.
Dengan melakukan ini, Kita
menghindari saat-saat dimana harga bergerak sangat cepat dan menembus
level support dan resistance seperti pisau mengiris mentega hangat.
Adapun
trading break, ada cara yang agresif dan ada cara yang konservatif.
Dengan cara yang agresif, Kita cukup membeli atau menjual kapan harga
melewati zona support atau resistance dengan mudah.
Dengan cara yang konservatif, Kita menunggu harga kembali keposisi support atau resistance yang yang telah ditembus.
Fibonacci
Kita
akan menggunakan rasio Fibonacci dalam perdagangan kita sehingga Kita
lebih baik belajar dan mencintainya seperti memasak di rumah ibumu.
Fibonacci adalah subjek besar dan ada banyak studi yang berbeda tentang
fibonacci, dengan nama yang terdengar aneh tapi kita akan tetap
berpegang pada dua hal, yaitu: retracement dan ekstensi.
Mari kita mulai dengan memperkenalkan Kita kepada orang fib sendiri … Leonardo Fibonacci.
Tidak,
Leonardo Fibonacci adalah bukan koki terkenal. Sebenarnya, dia adalah
seorang matematikawan Italia yang terkenal, juga dikenal sebagai super
duper ultra uber geek.
Dia memiliki “Aha!” saat ketika ia
menemukan serangkaian sederhana dari rasio angka yang diciptakan
menggambarkan proporsi alami hal-hal di alam semesta ini.
Rasio timbul dari nomor seri berikut: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144 …
Rangkaian
angka diperoleh dengan dimulai dengan 1 diikuti oleh 2 dan kemudian
menambahkan 1 + 2 untuk mendapatkan 3, nomor ketiga. Kemudian,
penambahan 2 + 3 untuk mendapatkan 5, nomor keempat, dan seterusnya.
Setelah
beberapa nomor pertama dalam urutan, jika Kita mengukur rasio jumlah
apapun ke nomor yang lebih tinggi berikutnya, Kita mendapatkan 0,618.
Sebagai contoh, 34 dibagi 55 sama dengan 0,618.
Jika Kita mengukur
rasio antara nomor alternatif Kita mendapatkan 0,382. Sebagai contoh,
34 dibagi dengan 89 = 0,382 dan itu sampai ke dalam penjelasan seperti
yang kita akan bahas.
Rasio ini disebut “Golden Mean”. Oke itu
cukup omong kosong. Dengan semua angka-angka, Kita bisa membuat seekor
gajah tertidur. intinya, ini adalah rasio yang Kita HARUS mengetahui:
Tingkat Fibonacci Retracement
0,236, 0,382, 0,500, 0,618, 0,764
Tingkat Fibonacci Extension
0, 0,382, 0,618, 1,000, 1,382, 1,618
Kita
tidak benar-benar perlu tahu bagaimana menghitung semua ini. software
charting Kita akan melakukan semua pekerjaan untuk Kita. seperti
beberapa indicator di MT4. Namun, bagus juga untuk menjadi akrab dengan
teori dasar di balik indikator sehingga Kita akan memiliki pengetahuan
untuk mengesankan pacar Kita.
Pedagang menggunakan tingkat
retracement fibonacci sebagai potensi dukungan (support) dan wilayah
perlawanan (resistance). Karena banyak trader maka perhatikan
tingkat-tingkat yang sama dan tempat membeli dan menjual mereka untuk
memasuki atau menutup perdagangan, dan level support
resistance cenderung menjadi ramalan yang terpenuhi.
Trader
menggunakan tingkat ekstensi Fibonacci untuk mengambil tingkat
keuntungan . Sekali lagi, karena banyak trader yang sedang mengawasi
tingkat ini, alat ini cenderung lebih sering digunakan.
Kebanyakan
software charting termasuk kedua tingkat retracement fibonacci dan
alat-alat tingkat ekstensi. Dalam rangka menerapkan tingkat Fibonacci
pada grafik Kita, Kita harus mengidentifikasi Swing High dan Swing Low
poin.
Swing Tinggi adalah candle dengan setidaknya dua tertinggi lebih rendah pada kedua sisi kiri dan kanan itu sendiri.
Swing Rendah adalah candle dengan setidaknya dua terendah lebih tinggi pada kedua sisi kiri dan kanan itu sendiri.
Kita
punya semua itu? Jangan khawatir, kami akan menjelaskan retracements,
ekstensi, dan yang paling penting, bagaimana meraih beberapa pips
menggunakan alat fib di bagian berikut.
Fibonacci retracement
Hal pertama yang harus Kita ketahui tentang alat Fibonacci adalah bahwa ini bekerja lebih baik ketika pasar sedang dalam tren.
Idenya
adalah untuk buy long (atau membeli) pada retracement pada tingkat
dukungan fibonacci ketika pasar sedang tren naik, dan untuk sell short
(atau menjual) pada retracement pada tingkat resistensi fibonacci
ketika pasar sedang tren turun.
Dalam rangka untuk mencari tingkat
retracement, Kita harus mencari level yang cukup penting dari Swings
high dan Swing Lows. Kemudian, untuk downtrend, klik pada Swing High
dan tarik kursor ke Swing low terbaru.
Untuk uptrends, lakukan sebaliknya. Klik pada Swing Low dan tarik kursor ke Swing high terbaru.
Punya itu? Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh tentang bagaimana menerapkan retracements fibonacci level di pasar.
Uptrend
Ini adalah daily chart AUD / USD.
Di
sini kita merencanakan Level retracement fibonacci dengan mengklik
Swing low pada 0,6955 pada 20 April dan menyeret kursor ke Swing High
pada 0,8264 pada tanggal 3 Juni. Tada! software ini ajaib bisa
menunjukkan tingkat retracement!.
Seperti yang dapat Kita lihat
dari grafik, tingkat retracement adalah 0,7955 (23,6%), 0,7764 (38,2%),
0,7609 (50,0%), 0,7454 (61,8%), dan 0,7263 (76,4%).
Sekarang,
harapan kita adalah bahwa jika AUD / USD retraces dari titik tertinggi
baru-baru ini, ia akan menemukan dukungan / support pada salah satu
tingkat Fibonacci karena pedagang akan menempatkan buy order pada
tingkat ini jika harga naik kembali.
Sekarang, mari kita lihat apa yang terjadi setelah Swing High terjadi.
Harga
turun kembali menembus level 23,6% dan terus jatuh selama beberapa
minggu. Bahkan menguji tingkat 38,2% namun tidak dapat menutup harga di
bawahnya.
Kemudian, sekitar tanggal 14 Juli pasar kembali
bergerak ke atas dan akhirnya menerobos Swing high. Jelas, membeli pada
tingkat fibonacci 38,2% akan menjadi perdagangan jangka panjang yang
sangat menguntungkan!
Downtrend
Sekarang,
mari kita lihat bagaimana kita akan menggunakan alat retracement
fibonacci selama kecenderungan untuk menurun. Di bawah ini adalah bagan
4-jam EUR / USD.
Seperti yang Kita lihat, kita menemukan Swing
High di 1,4195 pada tanggal 26 dan Swing Low pada 1,3854 beberapa hari
kemudian pada tanggal 2 Februari. Tingkat retracement adalah 1,3933
(23,6%), 1,3983 (38,2%), 1,4023 (50,0%), 1,4064 (61,8%) dan 1,4114
(76,4%).
Harapannya adalah bahwa jika harga retraces dari harga
rendah ini, maka akan menghadapi hambatan pada salah satu tingkat
Fibonacci karena pedagang akan siap dengan order sell disana.
Mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya.
Pasar
memang mencoba rally, terhenti di bawah tingkat 38,2% sedikit sebelum
pengujian tingkat 50,0%. Jika Kita memiliki beberapa order baik di
tingkat% 38,2% atau 50,0, Kita akan kaya raya!.
Dalam dua contoh diatas, kita melihat bahwa harga
menemukan
beberapa support atau resistance sementara pada level retracement
fibonacci. Karena kebanyakan orang menggunakan alat Fibonacci, level
tersebut menjadi self-fulfilling.
Satu hal yang harus diperhatikan adalah harga yang tidak akan selalu memantul dari tingkat ini. Mereka harus dipKitang sebagai
Zona Minat atau sebagai “KAWASAN PEMBUNUHAN”.
Untuk
saat ini, ada sesuatu yang harus selalu diingat tentang menggunakan
alat Fibonacci dan itu bahwa mereka tidak selalu mudah digunakan!
Dalam pelajaran berikutnya, kami akan menunjukkan kepada Kita apa yang bisa terjadi ketika fibonacci level gagal.
Ketika Level Fibonacci Gagal
Kembali
di kelas 1, kita mengatakan bahwa support dan resistance akhirnya
tembus. Nah, melihat bagaimana tingkat Fibonacci digunakan untuk
mencari level support dan resistance, hal ini juga berlaku untuk
Fibonacci!
Sekarang, mari kita melihat contoh ketika alat retracement fibonacci gagal.
Di bawah ini adalah bagan 4-jam GBP / USD.
Di
sini, Kita melihat bahwa pair telah di kecenderungan untuk menurun,
sehingga Kita memutuskan untuk mengambil alat Fibonacci Kita untuk
membantu Kita melihat titik masuk yang baik. Kita menggunakan Swing
High di 1,5383, dengan ayunan rendah di 1,4799.
Kita melihat bahwa pair telah tersangkut pada tingkat 50,0% selama beberapa candle.
Kita berkata kepada diri sendiri, “Wow…, level 50,0% tingkat fib Ini! harga tertahan! Waktunya untuk sell short!”
Kita
sell short di pasar dan Kita mulai bermimpi bahwa Kita akan
mengendarai mobil baru BMW Z3 bersama bintang sinetron ke puncak..
Sekarang,
jika Kita benar-benar menempatkan sell order pada tingkat itu, tidak
hanya akan impian Kita naik dalam asap, namun account Kita akan
menerima pukulan serius jika Kita tidak mengelola risiko Kita dengan
benar!
Lihatlah apa yang terjadi.
Ternyata bahwa Swing Low merupakan bagian bawah downtrend dan pasar mulai reli di atas titik Tinggi Swing.
Pelajaran apa dari hal ini?
Sedangkan
tingkat Fibonacci memberikan kemungkinan keberhasilan yang lebih
tinggi, seperti alat-alat teknis lainnya, mereka tidak selalu benar.
Kita tidak tahu apakah harga akan mundur ke level 38,2% sebelum
melanjutkan tren.
Kadang-kadang bisa mencapai level 50,0% atau
61,8% sebelum berbalik. Owh.., kadang-kadang harga hanya akan
mengabaikan Mr Fibonacci dan melewati semua tingkatan seperti bagaimana
LeBron James pengganggu jalan melalui jalur dengan penuh kekuatan.
Ingat,
pasar tidak akan selalu melanjutkan uptrend setelah menemukan support /
resistance sementara, tetapi sebaliknya terus melewati Swing High atau
Swing Low terakhir.
Masalah lain yang umum dalam menggunakan alat Fibonacci adalah menentukan Swing Low dan High untuk digunakan.
Orang-orang
melihat grafik berbeda, melihat timeframe yang berbeda, dan memiliki
bias yang berbeda pula. Kemungkinan bahwa saya dan Kita punya ide yang
berbeda mengenai tempat dimana swing high dan swing low poin
seharusnya.
Intinya adalah bahwa tidak ada cara yang benar dan
mutlak untuk melakukannya, terutama ketika tren pada chart tidak begitu
jelas. Kadang-kadang menjadi permainan tebak-tebakan.
Itu
sebabnya Kita perlu mengasah keterampilan Kita dan menggabungkan alat
fibonacci dengan alat-alat lain dalam kotak peralatan forex Kita untuk
membantu memberikan kemungkinan keberhasilan yang lebih tinggi.
Dalam
pelajaran berikutnya, kami akan menunjukkan cara menggunakan alat
fibonacci dalam kombinasi dengan bentuk lain dari tingkat support
resistance dan candle.
Fibs dengan Support Resistance
Seperti
yang kami katakan dalam bagian sebelumnya, menggunakan tingkat
Fibonacci bisa sangat subjektif. Namun, ada cara-cara yang dapat
membantu Kita untuk menemukan peluang dalam mendukung Kita.
Sementara alat fibonacci sangat berguna, tidak harus digunakan sendirian.
Rasanya
seperti membandingkannya dengan superstar NBA Kobe Bryant. Kobe adalah
salah satu pemain basket terbesar sepanjang masa, tetapi bahkan dia
tidak bisa memenangkan gelar mereka sendiri. Dia perlu beberapa
cadangan.
Demikian pula, alat fibonacci harus digunakan dalam
kombinasi dengan alat-alat lain. Pada bagian ini, mari kita apa yang
telah Kita pelajari sejauh ini dan mencoba untuk menggabungkan mereka
untuk membantu kita melihat satu perdagangan manis.
Salah satu
cara terbaik untuk menggunakan alat Fibonacci adalah untuk melihat
potensi tingkat support dan resistance dan melihat apakah mereka
sejalan dengan level retracement fibonacci.
Jika tingkat fib
adalah tingkat support dan resistance level, dan Kita menggabungkan
mereka, maka kemungkinan harga memantul dari daerah tersebut jauh lebih
tinggi.
Mari kita lihat sebuah contoh bagaimana Kita dapat
menggabungkan level support dan resistance dengan tingkat fib. Di bawah
ini adalah daily chart USD / CHF.
Seperti yang Kita lihat, chart
uptrend baru-baru ini. Lihat semua candle hijau! Kita memutuskan bahwa
Kita ingin masuk kereta USD / CHF .
Tetapi pertanyaannya adalah,
“Kapan Kita memasuki pasar?” Kita menggunakan alat fibonacci, memasang
swing low pada 1,0132 pada 11 Januari dan swing high harga 1,0899
pada 19 Februari.
Sekarang tabel Kita terlihat cukup manis dengan semua level fibs tersebut.
Sekarang
kita memiliki kerangka kerja untuk meningkatkan probabilitas kita
untuk menemukan entri yang solid, kita dapat menjawab pertanyaan “Di
mana harus memasuki pasar?”
Kita melihat ke belakang sedikit dan
Kita melihat bahwa harga 1,0510 adalah tingkat support yang baik di
masa lalu dan hanya terjadi untuk berbaris dengan tingkat Fib 50,0%
retracement. Sekarang bahwa sudah tembus, bisa berubah menjadi support
dan menjadi tempat yang baik untuk membeli.
Jika Kita menempatkan order buy di sekitar tingkat Fib 50,0%, Kita pasti akan sangat bahagia!
Akan
ada beberapa saat yang cukup menegangkan, terutama pada tes kedua
tingkat dukungan pada tanggal 1 April. Harga berusaha untuk menembus
tingkat dukungan, tapi gagal menutup di bawahnya. Akhirnya, pair
memecahkan Swing high terakhir dan kembali uptrend nya.
Kita
dapat melakukan setup yang sama pada kecenderungan untuk menurun juga.
Intinya adalah Kita harus mencari tingkat harga yang tampaknya memiliki
zona level yang penting di masa lalu. Jika Kita berpikir tentang hal
ini, ada kemungkinan lebih tinggi bahwa harga akan memantul dari
tingkat ini.
Mengapa?
Pertama, sebagaimana kita bahas di
kelas 1, support dan resistance adalah tingkat daerah yang baik untuk
membeli atau menjual karena trader lain juga akan mengamati tingkat ini
seperti elang.
Kedua, karena kita tahu bahwa banyak pedagang juga
menggunakan alat Fibonacci, mereka mungkin mencari untuk melompat
dengan level fib itu sendiri.
Dengan trader melihat support yang
sama dan tingkat resistensi, ada kesempatan baik bahwa ada satu ton
pesanan pada satu zona harga.
Meskipun tidak ada jaminan bahwa
harga akan memantul dari level tersebut, setidaknya Kita dapat lebih
percaya diri dengan transaksi Kita.
Menggabungkan Fibs dengan Trend Line
Alat
lain yang baik untuk digabungkan dengan Fibonacci adalah garis trend
(trend line). Lagipula, Fibonacci level bekerja dengan baik ketika
pasar trending, jadi ini sangat masuk akal!
Ingat bahwa setiap
kali pair berada sedang mengalami trend naik, trader menggunakan
tingkat Fibonacci retracement sebagai cara untuk masuk pasar. Jadi
mengapa tidak mencari tingkat di mana tingkat Fib bersentuhan dengan
trend?
Berikut adalah chart AUD / JPY H1. Seperti yang Kita
lihat, harga telah menghormati garis tren jangka pendek selama beberapa
hari.
Sebelum Kita melakukan hal itu, kenapa tidak mencoba
menggunakan Fibonacci? Mari kita lihat apakah kita bisa mendapatkan
harga entri yang lebih pasti.
Di sini kita merencanakan level retracement fibonacci dengan menggunakan Swing yang rendah pada 82,61 dan Swing Tinggi di 83,84.
Perhatikan bagaimana level fibs 61,8% 50,0% yang berpotongan dengan garis trend.
Bisakah tingkat ini berpotensi sebagai support? Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya!
Lihatlah,
Tingkat Fib 61,8% , harga memantul di sana sebelum kembali naik.
Jika Kita telah melakukan order pada tingkat itu, Kita akan memiliki
entri yang sempurna!
Beberapa jam setelah menyentuh garis tren, harga yang diperbesar seperti Astroboy, meledak melewati swing high.
Menggabungkan Fibs dengan Candlestick
Jika
Kita perhatikan, Kita akan tahu sekarang bahwa Kita dapat
menggabungkan alat fibonacci dengan support dan resistance dan garis
trend untuk menciptakan trading strategi super keren tapi sederhana.
Tapi kita ini belum selesai! Dalam pelajaran ini, kita akan mengajarkan
Kita bagaimana menggabungkan alat fibonacci dengan pengetahuan Kita
tentang pola-pola candlestick Jepang yang Kita pelajari di kelas 2.
Dalam
menggabungkan alat fibonacci dengan pola candle, kita akan mencari
candle yang lengkap yang dapat memberitahu kita ketika tekanan beli
atau jual habis, dan dapat memberikan petunjuk tentang kapan harga akan
terus mengikuti trend.
Kita akan menyebutnya ”fibonacci
Candlesticks,” atau ” fib stick” singkatnya. Cukup menarik, ya? Mari
kita lihat sebuah contoh untuk membuat ini lebih jelas.
Di bawah ini adalah chart 1-jam EUR / USD.
Pasangan
ini tampaknya telah dalam kecenderungan untuk menurun minggu lalu.
Apakah akan ada kesempatan untuk masuk pada trend ini? Kita tahu apa
artinya ini. Sudah waktunya untuk mengambil alat fibonacci dan mulai
bekerja!
Seperti yang dapat Kita lihat dari grafik, kita
telah menetapkan Swing High di 1,3364 pada tanggal 5 Maret, dengan
Swing Low pada 1,2523 pada 7 Maret.
Karena ini hari Jumat, Kita
memutuskan untuk hanya tenang, dan berhenti trading, dan memutuskan
kapan Kita ingin masuk setelah Kita melihat grafik setelah akhir pekan.
Pada saat Kita membuka grafik, Kita melihat bahwa EUR / USD telah terangkat sedikit dari harga penutupan Jumat.
Pada
tingkat Fib 50,0%, pembeli akhirnya mengangkat harga menjadi lebih
tinggi. Kita memutuskan untuk menunggu dan melihat apakah tingkat Fib
61,8% akan menahan. Setelah itu, candle terakhir cukup bullish! Siapa
tahu, harga akan terus naik!
Nah, akan Kita lihat itu?
Sebuah doji berkaki panjang telah terbentuk dan kembali ke tingkat Fib
61,8%. Jika Kita perhatikan dikelas 2, Kita akan tahu bahwa ini adalah
sebuah “pembalikan”. Apakah sudah waktunya sell? Kita tidak pernah
dapat mengetahui dengan pasti (itulah sebabnya mengapa manajemen risiko
sangat penting), tetapi kemungkinan pembalikan terlihat sangat mungkin
!
Tepat setelah doji terbentuk, harga terhenti sebentar sebelum menuju lurus ke bawah. Lihatlah semua lilin merah itu!
Tampaknya
bahwa pembeli memang cukup lelah, yang memungkinkan penjual untuk
melompat masuk pasar dan mengambil kendali. Akhirnya, harga jatuh
kembali ke Swing Rendah sekitar 500 pips! !
Hal lain yang menyenangkan tentang fib stick adalah bahwa Kita tidak perlu terbatas pada tingkat fib.
Kita dapat menggunakan pengetahuan Kita tentang formasi candlestick.
Kita
bisa menunggu fib stick terbentuk tepat di bawah atau di atas tingkat
fib untuk memberikan konfirmasi lebih lanjut tentang apakah Kita harus
melakukan order.
Ekstensi Fibonacci
Penggunaan fibonacci berikutnya akan digunakan untuk menentukan target.
Harus selalu diingat waktu kita trading – “Jika ragu, tahu kapan kita harus keluar!”
Mari kita mulai dengan contoh pada kondisi tren naik.
Pada
uptrend, idenya adalah mengambil keuntungan dengan BUY pada fibonacci
harga perpanjangan / ekstensi. Kita menentukan tingkat ekstensi
Fibonacci dengan menggunakan tiga klik mouse.
Pertama, klik pada
Swing Low yang signifikan, lalu tarik kursor Kita dan klik pada Swing
High terbaru. Akhirnya, tarik kursor Kita kembali dan klik pada salah
satu tingkat retracement.
Ini akan menampilkan masing-masing dari
Extension level Harga yang menunjukkan rasio yang baik dan tingkat
harga yang sesuai. Cukup rapi, ya?
Mari kita kembali ke contoh dengan grafik USD / CHF kita menunjukkan Kita dalam pelajaran sebelumnya.
Tingkat Fib 50,0% ditahan kuat sebagai support dan, setelah tiga tes, pair mata uang akhirnya kembali melanjutkan uptrend nya.
Pada tabel di atas, Kita bahkan dapat melihat kenaikan harga melewat Swing High sebelumnya.
Mari kita menggunakan ekstensi Fibonacci untuk melihat mana akan menjadi tempat yang baik Take Profit / mengambil untung.
Berikut ini rekap tentang apa yang terjadi setelah terjadi retracement Swing Low:
- Harga rally sampai ke tingkat 61,8%, yang bergerak di Swing High sebelumnya.
- Jatuh kembali ke tingkat 38,2%, di mana ia menemukan support
- Harga kemudian menemukan resistance pada tingkat 100%.
- Beberapa hari kemudian, harga rally lagi sebelum menemukan resistance pada tingkat 161,8%.
Seperti
yang dapat Kita lihat dari contoh itu, tingkat 61,8%, 100% dan 161,8%
adalah tempat yang baik untuk mengambil keuntungan.
Sekarang, mari kita lihat sebuah contoh menggunakan tingkat Fibonacci ekstensi dalam trend turun.
Mari kita lihat lagi chart EUR / USD 1-jam yang telah kita tunjukkan dalam pelajaran Fib stick.
Di sini, kami melihat doji terbentuk tepat di bawah tingkat Fib 61,8%. Harga kemudian membalik kembali ke Swing rendah.
Mari kita memasang alat Extension fib untuk melihat dimana tempat yang baik untuk mengambil keuntungan.
Inilah yang terjadi setelah harga balik dari tingkat retracement fibonacci:
- Harga menemukan support pada tingkat 38,2%
- Tingkat 50,0% sebagai support awal
- Tingkat 61,8% juga menjadi daerah support, sebelum harga jatuh untuk menguji Swing Low sebelumnya
- Jika Kita melihat ke depan, Kita akan menemukan bahwa tingkat ekstensi 100% juga bertindak sebagai support
Kita
bisa mengambil keuntungan pada tingkat, 38,2% 50,0%, atau 61,8%. Semua
level bertindak sebagai support, mungkin karena trader lain mengawasi
tingkat ini untuk profit taking juga.
Contoh menggambarkan harga
yang menemukan setidaknya beberapa sementaradukungan atau hambatan di
tingkat ekstensi Fibonacci – tidak selalu, tapi sering cukup untuk
benar menyesuaikan posisi Kita untuk mengambil keuntungan dan mengelola
risiko Kita.
Kita harus menggunakan kebijaksanaan Kita dalam
menggunakan alat ekstensi fibonacci. Kita harus menilai berapa lama
lagi tren akan terus berlanjut. Kemudian, kami akan mengajarkan Kita
metode untuk membantu Kita menentukan kekuatan sebuah tren.
Menentukan Stop Loss dengan Fibonacci
Mungkin
sama pentingnya dengan mengetahui tempat untuk memasuki pasar atau
mengambil untung, mengetahui dimana untuk menempatkan stop loss juga
penting.
Kita tidak bisa hanya memasuki pasar berdasarkan level
fib tanpa tahu di mana akan keluar. Account Kita akan habis Kita
selamanya akan menyalahkan fibonacci jika trading tanpa stop loss, dan
mengutuk namanya dalam bahasa Italia.
Dalam pelajaran ini, Kita akan belajar beberapa teknik dimana Kita akan memasang stop loss .
Metode pertama adalah dengan memasang stoploss pada level fibonacci berikutnya.
Jika
Kita berencana untuk masuk pasar pada tingkat Fib 38,2%, maka Kita
akan menempatkan stop melebihi tingkat 50,0%. Jika Kita merasa tingkat
50,0% akan tembus, maka Kita harus memasang stop loss di tingkat 61,8%
dan seterusnya. Sederhana, kan?
Mari kita lihat lagi chart EUR 4 jam.
Jika Kita memiliki order di 50,0%, Kita bisa memasang stop loss Kita pada tingkat Fib 61,8%.
Alasannya
adalah bahwa Kita percaya bahwa tingkat 50,0% akan berlaku sebagai
titik resistensi. Oleh karena itu, jika harga naik melewati titik ini,
berarti Kita salah.
Harga mungkin melompat, dan menghentikan Kita,
dan akhirnya pergi ke arah order Kita tadi. Jika hal ini terjai
biasanya kami pergi ke sebuah sudut, dan mulai memukul kepala kami di
dinding.
Kami hanya memperingatkan bahwa hal ini mungkin terjadi,
kadang-kadang beberapa kali berturut-turut, jadi pastikan Kita
membatasi kerugian Kita dengan cepat dan biarkan order Kitasesuai
dengan tren. Mungkin lebih baik jika Kita menggunakan jenis metode stop
loss untuk jangka pendek.
Sekarang, jika Kita ingin menjadi
sedikit lebih aman, cara lain untuk mengatur stop loss Kita adalah pada
Swing Tinggi atau Swing Low terbaru.
Jenis penempatan stop loss
akan memberikan usaha Kita lebih banyak ruang untuk bernafas dan
memberikan kesempatan yang lebih baik bagi pasar untuk bergerak dalam
mendukung perdagangan Kita.
Jika harga pasar melampaui
Swing High atau Swing Low,itu menunjukkan bahwa pembalikan tren sudah
terjadi. Ini berarti bahwa perdagangan Kita atau setup sudah batal dan
bahwa Kita sudah terlambat untuk melompat masuk
Setting stop loss
yang lebih besar mungkin akan menjadi hal yang terbaik yang digunakan
untuk jangka panjang, swing trading, dan Kita juga dapat menggabungkan
ini menjadi metode “scaling in “,Tentu saja, stop loss yang lebih
besar, Kita juga harus ingat untuk menyesuaikan ukuran posisi Kita
sesuai.
Jika Kita cenderung untuk berdagang ukuran posisi lot yang sama, Kita mungkin akan mengalami kerugian besar.
Jadi mana yang lebih baik?
Yang
benar adalah, seperti dalam menggabungkan alat fibonacci retracement
dengan support dan resistance, garis trend, dan candle untuk menemukan
entri yang lebih baik, akan lebih baik untuk menggunakan pengetahuan
Kita tentang alat ini untuk menganalisis lingkungan saat ini untuk
membantu Kita memilih titik stop loss yang baik.
Sebisa mungkin,
Kita tidak boleh hanya mengKitalkan tingkatan fib sebagai titik support
dan resistance sebagai dasar untuk penempatan stop loss.
Ingat,
penempatan stop loss bukan hal yang pasti, tapi jika Kita dapat
memiringkan peluang dalam mendukung Kita dengan menggabungkan beberapa
alat, bisa membantu memberikan Kita sebuah titik keluar yang lebih
baik, lebih banyak ruang untuk perdagangan Kita untuk bernapas, dan
mungkin profit yang lebih baik dan resikonya kecil.
MACD
MACD adalah singkatan dari
M oving
A verage
C onvergence
D
ivergence. Alat ini digunakan untuk mengidentifikasi gerakan rata-rata
yang menunjukkan tren yang baru, entah itu bullish atau bearish.
Setelah semua, prioritas utama kami dalam trading adalah mampu
menemukan tren, karena di situlah uang paling banyak dihasilkan.
Dengan grafik MACD, Kita bisa melihat tiga angka yang digunakan untuk pengaturannya.
- Yang pertama adalah jumlah waktu yang digunakan untuk menghitung moving average lebih cepat.
- Yang kedua adalah jumlah waktu yang digunakan dalam moving average lebih lambat.
- Dan
ketiga adalah jumlah bar yang digunakan untuk menghitung
rata-rata bergerak dari perbedaan antara moving average yang lebih
cepat dan lebih lambat.
Misalnya, jika Kita melihat “12,
26, 9″ sebagai parameter MACD (yang biasanya pengaturan default untuk
sebagian besar paket charting ), ini adalah bagaimana Kita akan
menafsirkannya:
- 12 mewakili 12 bar sebelumnya moving average yang lebih cepat.
- 26 mewakili 26 bar sebelumnya moving average yang lebih lambat.
- 9
mewakili 9 bar sebelumnya perbedaan antara dua moving average.
Hal ini diplot oleh garis vertikal yang disebut histogram (garis
hijau pada grafik di atas).
Cara Menggunakan MACD
Karena
ada dua moving average dengan berbagai “kecepatan”, yang jelas lebih
cepat akan lebih cepat untuk bereaksi terhadap pergerakan harga dari
pada yang lambat.
Ketika sebuah tren baru terjadi, jalur cepat
akan bereaksi pertama dan akhirnya melewati garis lebih lambat. Saat
ini “crossover” terjadi, dan garis cepat mulai “menyimpang” atau
menjauh dari garis lebih lambat, sering menunjukkan bahwa tren baru
telah terbentuk.
Dari grafik di atas, Kita dapat melihat bahwa
garis cepat melintasi bawah garis lambat dan mengidentifikasi trend
baru untuk menurun.Perhatikan bahwa ketika crossing, histogram
sementara menghilang.
Hal ini karena perbedaan antara garis-garis
adalah 0. Sebagai kecenderungan untuk menurun dimulai dan garis cepat
menyimpang jauh dari garis lambat, histogram mendapat lebih besar, yang
merupakan indikasi baik dari tren yang menguat.
Mari kita lihat sebuah contoh.
Dalam
EUR / USD ‘s chart 1-jam di atas, baris cepat melintasi di atas garis
lambat sementara histogram menghilang. Hal ini menunjukkan bahwa
kecenderungan trend naik akan terjadi.
Sejak saat itu, EUR / USD mulai uptrend. Bayangkan jika Kita buy setelah crossover, Kita akan mendapatkan hampir 200 pips!
Ada
satu kelemahan untuk MACD. Tentu saja, rata-rata bergerak cenderung
tertinggal harganya. karena hanya mengunakan rata-rata harga historis
masa lalu.
Bollinger Bands
Bollinger band digunakan untuk mengukur volatilitas suatu pasar.
Pada dasarnya, alat ini memberitahu kita apakah pasar
tenang atau apakah pasar
ramai ! Ketika pasar yang tenang.
Perhatikan pada grafik di bawah ini bahwa ketika harga tenang, pita berdekatan.Ketika harga bergerak naik, pita melebar.
Ya,
kami bisa terus dan membuat Kita bosan dengan menjelaskan sejarah
Bollinger band, bagaimana cara menghitung dengan rumus matematika di
belakangnya, dan seterusnya dan sebagainya, tapi kami benar-benar tidak
merasa harus mengetik semuanya.
Sejujurnya, Kita tidak perlu tahu
apapun itu. Kami pikir, lebih penting kami menunjukkan beberapa cara
agar Kita dapat menerapkan band Bollinger untuk trading Kita.
Bollinger Bounce
Satu
hal yang perlu Kita ketahui tentang band Bollinger adalah bahwa harga
cenderung untuk kembali ke tengah band. Itulah gagasan di balik
bouncing Bollinger. Dengan melihat chart di bawah ini, bisa Kita
beritahu kami di mana harga bisa pergi berikutnya?
Jika Kita mengatakan bawah, maka Kita benar! Seperti yang Kita lihat, harga duduk kembali turun menuju daerah tengah band.
Apa
yang baru saja Kita lihat adalah Bollinger bounce klasik. Alasan
bounce ini terjadi adalah karena Bollinger band bertindak seperti
support resistance dinamis.
Semakin lama jangka waktu Kita berada,
cenderung semakin kuat band-band ini. Banyak trader telah
mengembangkan sistem yang berkembang pada bouncing tersebut dan
strategi ini paling baik digunakan ketika pasar
mulai dan tidak ada tren yang jelas.
Sekarang mari kita lihat cara untuk menggunakan Bollinger band ketika tren pasar
tidak jelas.
Bollinger Squeeze
Ketika band squeeze, biasanya berarti bahwa breakout bersiap-siap akan terjadi.
Jika
lilin mulai pecah di atas band atas, biasanya akan terus naik. Jika
lilin mulai pecah di bawah band yang lebih rendah, maka harga biasanya
akan terus turun.
Melihat grafik di atas, Kita dapat melihat band
squeeze bersama-sama. Harga baru saja mulai untuk keluar dari band top.
Berdasarkan informasi ini, kemana menurut Kita harga akan pergi?
Ini adalah bagaimana Bollinger squeez khas bekerja.
Strategi
ini dirancang bagi Kita untuk menangkap trend sedini mungkin. Setup
seperti ini tidak terjadi setiap hari, tapi Kita mungkin bisa melihat
mereka beberapa kali seminggu jika Kita melihat grafik 15 menit.
Ada
banyak hal lain yang dapat Kita lakukan dengan band Bollinger, tetapi
ini adalah 2 strategi yang paling umum yang terkait dengan mereka.
Saatnya untuk menempatkan nya di kotak peralatan trader Kita sebelum
kita beralih ke indikator berikutnya.
Parabolic SAR
Sampai
sekarang, kami telah memperlihatkan indikator yang berfokus pada
penangkapan awal tren. Meskipun penting untuk dapat mengidentifikasi
tren, sama pentingnya untuk dapat mengidentifikasi dimana trend
berakhir. Lagipula, apa gunanya entri yang baik dan tepat waktu tanpa
keluar di waktu yang tepat?
Salah satu indikator yang dapat membantu kita menentukan dimana tren mungkin berakhir adalah Parabolic SAR (
Stop And Reverse). titik-titik Parabolic SAR pada grafik menunjukkan potensi pembalikan dalam pergerakan harga.
Dari
gambar di atas, Kita dapat melihat bahwa pergeseran titik dari yang di
bawah candle selama uptrend untuk di atas candle ketika trend berbalik
ke dalam trend menurun.
Cara Menggunakan Parabolic SAR
Yang menyenangkan tentang Parabolic SAR adalah bahwa alat ini benar-benar mudah untuk digunakan.
Pada
dasarnya, ketika titik-titik berada di bawah candle, itu adalah sinyal
beli, dan ketika titik-titik berada di atas lilin, itu adalah sinyal
jual.
Ini mungkin adalah indikator paling mudah untuk
menafsirkan karena mengasumsikan bahwa harga baik naik atau turun.
Dengan mengatakan bahwa alat ini paling baik digunakan di pasar yang
sedang trending.
Kita TIDAK ingin menggunakan alat ini di pasar yang berombak/ sideway dimana pergerakan harga yang menyamping.
Menggunakan Parabolic SAR untuk keluar dari perdagangan
Kita juga dapat menggunakan Parabolic SAR untuk membantu Kita menentukan apakah Kita harus menutup perdagangan Kita atau tidak.
Periksalah bagaimana Parabolic SAR bekerja sebagai sinyal untuk keluar di EUR / USD ‘s daily chart di atas.
Ketika EUR / USD mulai meluncur ke bawah pada akhir April, sepertinya akan terus turun.
Pada
awal Juni, tiga titik terbentuk di bagian bawah harga, menunjukkan
bahwa kecenderungan untuk menurun sudah berakhir dan bahwa sudah
waktunya untuk keluar dari sell short tersebut.
Jika Kita keras kepala memutuskan untuk berpegang pada bahwa EUR / USD akan kembali drop, Kita mungkin rugi banyak sekali.
Stochastic
Stochastic adalah indikator lain yang membantu kita menentukan kapan tren mungkin berakhir.
Menurut
definisi, suatu Stochastic adalah sebuah osilator yang mengukur
overbought dan oversold kondisi di pasar. 2 baris serupa dengan garis
MACD dalam arti bahwa satu baris lebih cepat dari yang lain.
Cara Menggunakan Stochastic
Seperti
yang kami katakan sebelumnya, Stochastic memberitahu kita ketika pasar
sedang overbought atau oversold. Stochastic ada skala dari 0 hingga
100.
Ketika garis Stochastic di atas 80 (garis titik-titik merah
pada grafik di atas), maka itu berarti pasar overbought. Ketika garis
Stochastic di bawah 20 (garis titik-titik biru), maka itu berarti bahwa
pasar oversold.
Sebagai aturan praktis, kita beli ketika pasar sedang oversold, dan kita menjual ketika pasar sedang overbought.
Melihat
grafik di atas, Kita dapat melihat bahwa Stochastic telah menunjukkan
kondisi overbought selama beberapa waktu. Berdasarkan informasi ini,
bisa Kita tebak kemana harga akan pergi?
Jika Kita mengatakan
harga akan turun, maka Kita benar! Karena pair sedang overbought untuk
suatu jangka waktu yang panjang, pembalikan pasti terjadi.
Itu
adalah dasar-dasar Stochastic. Banyak trader menggunakan Stochastic
dengan cara yang berbeda, namun tujuan utama dari indikator ini adalah
untuk menunjukkan kepada kita di mana kondisi pasar overbought atau
oversold.
Seiring waktu, Kita akan belajar untuk menggunakan Stochastic sesuai dengan gaya trading pribadi Kita sendiri.
Relative Strength Index (RSI)
RSI
mirip dengan stokastik dalam artian bahwa mengidentifikasi kondisi
overbought dan oversold di pasar. RSI juga menggunakan skala dari 0
hingga 100. Biasanya, angka dibawah 30 menunjukkan oversold, sementara
angka lebih dari 70 mengindikasikan overbought.
Cara Menggunakan RSI
RSI
dapat digunakan seperti stokastik. Kita dapat menggunakannya untuk
memilih potensi Top dan Bottom tergantung pada apakah pasar adalah
overbought atau oversold.
Di bawah ini adalah bagan 4-jam EUR / USD.
EUR / USD telah turun dan jatuh sekitar 400 pips selama dua minggu.
Pada
tanggal 7, sudah diperdagangkan di bawah 1,2000 . Namun, RSI turun di
bawah 30, menKitakan bahwa tidak mungkin ada penjual yang tersisa di
pasar. Harga kemudian dibalik dan berjalan kembali selama beberapa
minggu.
Menentukan Trend menggunakan RSI
RSI
adalah alat yang sangat populer karena juga dapat digunakan untuk
mengkonfirmasi formasi tren. Jika Kita berpikir tren terbentuk,
lihatlah RSI dan lihatlah apakah berada di atas atau di bawah 50.
Jika
Kita melihat sebuah uptrend memungkinkan, maka pastikan RSI berada di
atas 50. Jika Kita melihat sebuah kecenderungan untuk menurun, maka
pastikan RSI berada di bawah 50.
Pada awal grafik di atas, kita
dapat melihat bahwa uptrend mungkin akan terbentuk. Untuk menghindari
sinyal palsu, kita bisa menunggu RSI untuk menyeberang di atas 50 untuk
mengkonfirmasi tren. Ketika RSI melewati di atas 50, itu adalah
konfirmasi yang baik bahwa uptrend telah benar-benar terbentuk.
Average Directional Index (ADX)
Average
Directional Index atau ADX, adalah contoh lain dari sebuah osilator.
Ini berfluktuasi dari 0 hingga 100, dengan angka dibawah 20 menunjukkan
tren yang lemah dan bacaan di atas 50 sinyal tren yang kuat.
Berbeda
dengan stokastik, ADX tidak menentukan apakah trend bullish atau
bearish. Sebaliknya, itu hanya mengukur kekuatan tren saat ini. Karena
itu, ADX biasanya digunakan untuk mengidentifikasi apakah pasar
berkisar sideway atau memulai sebuah tren baru.
Perhatikan grafik ini :
Dalam
contoh pertama, ADX bergerak di bawah 20 dari akhir September hingga
awal Desember. Seperti yang dapat Kita lihat dari grafik, EUR / CHF
terjebak di dalam rentang selama waktu itu. Dimulai pada bulan Januari
meskipun ADX mulai naik di atas 50, menKitakan bahwa tren yang kuat
akan terbentuk.
Dan Kita melihat itu! EUR / CHF mengalami trend
menurun yang kuat setelah adxnaik diatas 50. Ooh, jika Kita melakukan
sell, Kita akan mendapatkan sekitar 400 pips dalam karung.
Sekarang, mari kita lihat contoh berikut ini:
Sama
seperti dalam contoh pertama kami, ADX bergerak di bawah level 20
cukup lama. Pada saat itu, EUR / CHF juga mulai naik. Setelah itu ADX
naik di atas 50 dan EUR / CHF terbang tinggi.
Ichimoku Kinko Hyo
Ichimoku
Kinko Hyo (IKH) adalah suatu indikator yang berguna untuk ,mengukur
momentum harga masa depan dan menentukan support dan resistance di masa
depan. Dan indikator ini terutama digunakan pada pasangan JPY.
Untuk menambah kosakata Jepang Kita, kata
Ichimoku diterjemahkan menjadi “sekilas”,
Kinko berarti “keseimbangan”, sementara
Hyo adalah untuk “chart.” Dalam satu kalimat, kalimat
Ichimoku Kinko Hyo singkatan dari ”Sekilas grafik dalam keseimbangan”. Hah, apa semua itu?
Sebuah grafik mungkin bisa membuat segalanya lebih mudah untuk menjelaskan …
Kijun Sen (garis biru): garis stKitar atau disebut juga garis dasar, ini dihitung dengan rata-rata high low untuk periode 26 masa lalu.
Tenkan Sen (garis merah): ini juga dikenal sebagai garis balik yang dihitung dengan rata-ratahigh low untuk periode 9 masa lalu.
Chikou Span (garis hijau): ini disebut garis tertinggal. Ini adalah harga penutupan hari ini diplot 26 periode belakang.
Senkou Span
(garis oranye): Baris Senkou pertama dihitung dengan rata-rata pada
Sen Tenkan dan Kijun Sen dan diplot 26 periode ke depan. Baris Senkou
kedua ditentukan oleh rata-rata high low untuk periode 52 masa lalu dan
diplot periode 26 ke depan.
Mengerti? Yah, hal itu tidak
benar-benar diperlukan. bagi Kita tidak perlu mengingat bagaimana
masing-masing baris dihitung. Apa yang lebih penting adalah bagi Kita
adalah cara mengetahui bagaimana menginterpretasikan baris-baris
menawan tersebut.
Cara Menggunakan Ichimoku Kinyo Hyo
Mari kita melihat Senkou span pertama.
Jika
harga berada di atas rentang Senkou, baris paling atas berfungsi
sebagai level support pertama sedangkan garis bawah berfungsi sebagai
tingkat support yang kedua.
Jika harga berada di bawah rentang
Senkou, garis bawah membentuk level resistance pertama saat baris
paling atas adalah tingkat resistensi kedua. Mengerti?
Sementara
itu, Kijun Sen bertindak sebagai indikator pergerakan harga di masa
depan. Jika harga lebih tinggi dari garis biru, bisa terus naik lebih
tinggi. Bila harga berada di bawah garis biru, kemungkinan besar akan
turun.
Tenkan Sen merupakan indikator tren pasar. Jika garis merah
bergerak naik atau turun, ini menunjukkan bahwa pasar bergerak dalam
tren. Jika bergerak secara horizontal, hal itu memberikan sinyal bahwa
pasar berkisar/sideway.
Terakhir, jika Chikou Span atau jalur
hijau melintasi harga pada arah bottom-up, itu sinyal beli. Jika
melintasi jalur hijau harga dari-atas ke bawah, itu sinyal jual.
Berikut bahwa baris tabel yang penuh sekali lagi, kali ini dengan sinyal perdagangan:
Ini
pasti terlihat rumit pada awalnya, tetapi indikator ini mempunyai
tingkat support resistance, crossover, osilator dalam 1 indikator!
mengagumkan bukan?
Menggunakan Indikator Bersamaan
Sekarang
Kita tahu bagaimana cara kerja indikator grafik pada umumnya. Lebih
baik lagi, mari kita menggabungkan beberapa indikator dan melihat
bagaimana sinyal perdagangan mereka berjalan dengan baik.
Dalam
dunia yang sempurna, kita bisa mengambil hanya salah satu indikator.
Masalahnya adalah bahwa kita TIDAK hidup di dunia yang sempurna, dan
masing-masing indikator memiliki ketidaksempurnaan.
Itulah
sebabnya banyak trader menggabungkan berbagai indikator secara bersama
sehingga mereka dapat “mengisi” satu sama lain. Mereka mungkin memiliki
3 indikator yang berbeda dan mereka tidak akan memasuki pasar kecuali 3
indikator tersebut memberikan sinyal yang sama.
Dalam contoh
pertama, kita punya band Bollinger dan stokastik pada EUR / USD chart s
’4-jam. Pasar tampaknya bergerak menyamping, sebaiknya kita hati-hati
bouncing Bollinger band.
Periksa bahwa harga nampak
sampai atas Bollinger band dan Stokastik mulai crossing. EUR / USD
naik sampai puncak dari band, yang biasanya bertindak sebagai tingkat
resistance.
Pada saat yang sama, Stochastic mencapai daerah overbought, menunjukkan bahwa harga bisa drop down segera.
Dan apa yang terjadi selanjutnya?
EUR / USD turun sekitar 300 pips dan Kita akan telah membuat keuntungan yang cukup besar jika Kita melakukan sell.
Kemudian,
harga melakukan kontak dengan bagian bawah bollinger band, yang
biasanya berfungsi sebagai tingkat support. Ini berarti bahwa pair mata
uang bisa melambung dari sana. Dengan Stochastic di daerah oversold,
itu berarti kita harus buy.
Jika Kita mengambil perdagangan itu, Kita akan mendapatkan sekitar 400 pips! Tidak jelek bukan?!
Berikut contoh lain, dengan RSI dan MACD saat ini.
Ketika
RSI mencapai daerah overbought dan memberikan sinyal jual, MACD segera
diikuti dengan crossover ke bawah, yang juga merupakan sinyal jual.
Dan, seperti yang Kita lihat, harga itu bergerak menurun dari sana.
Kemudian,
RSI mencelupkan diri ke daerah oversold dan memberikan sinyal beli.
Beberapa jam setelah itu, MACD membuat crossover ke atas, yang juga
merupakan sinyal beli. Dari sana, harga membuat pendakian yang mantap.
kita akan mendapatkan pips yang lebih dari cukup, yipee!
Kita
mungkin melihat pada contoh ini bahwa RSI memberikan sinyal sebelum
MACD. Karena berbagai properti dan formula ajaib untuk indikator
teknis, beberapa benar-benar memberikan sinyal dini sementara yang lain
sedikit tertunda.
Kita akan belajar lebih banyak tentang hal ini di kelas 6.
Ketika
Kita melanjutkan perjalanan Kita sebagai seorang trader, Kita akan
menemukan indikator yang paling cocok untuk Kita. Kami dapat
memberitahu Kita bahwa kita akan sering menggunakan MACD, Stochastic,
dan RSI, tetapi Kita mungkin memiliki preferensi yang berbeda.
Setiap
trader di luar sana telah berusaha untuk menemukan “kombinasi ajaib”
indikator yang akan memberikan sinyal yang tepat sepanjang waktu,
tetapi kenyataannya adalah bahwa tidak ada hal yang seperti itu.
Kami
mendorong Kita untuk mempelajari setiap indikator sendiri sampai Kita
mengetahui bagaimana kecenderungan relatif terhadap pergerakan harga,
kemudian dengan kombinasi Kita sendiri yang
Kita mengerti dan yang sesuai dengan gaya trading Kita.
Ringkasan Indikator Umum
Segala
sesuatu yang Kita pelajari dalam trading adalah seperti alat yang
ditambahkan ke toolbox trader Kita. alat Kita akan memberi Kita
kesempatan yang lebih baik untuk membuat keputusan dalam perdagangan
yang baik bila Kita menggunakan alat yang tepat pada waktu yang tepat.
Bollinger Bands.
- Digunakan untuk mengukur volatilitas pasar.
- Mereka bertindak seperti tingkat support dan resistance.
Bollinger Bounce
- Sebuah strategi yang bergantung pada gagasan bahwa harga cenderung untuk selalu kembali ke tengah Bollinger band.
- Kita membeli ketika harga menyentuh Bollinger band bagian bawah.
- Kita menjual ketika harga menyentuh Bollinger band atas.
Bollinger Squeeze
- Strategi yang digunakan untuk menangkap awal trend.
- Ketika
Bollinger band “memeras”, itu berarti bahwa pasar sangat tenang
dan akan breakout . Setelah breakout terjadi, kita memasuki pasar
tergantung kemana arah harga.
MACD
- Digunakan untuk menangkap tren awal dan juga dapat membantu kita kapan pembalikan tren terjadi.
- inidikator
Ini terdiri dari 2 moving average (1 cepat, 1 lambat) dan garis
vertikal yang disebut histogram, yang mengukur jarak antara 2
moving average.
- Salah satu cara untuk menggunakan MACD
adalah menunggu untuk moving average cepat untuk “menyeberang”
atau “silang” dengan moving average lambat.
Parabolic SAR
- Indikator ini dibuat untuk mengetahui pembalikan tren, maka dinamakan Stop And Reverse (SAR).
- Ini adalah indikator paling mudah untuk ditafsirkan karena hanya memberikan sinyal bullish dan bearish.
- Ketika titik-titik berada di atas candle, itu adalah sinyal jual.
- Ketika titik-titik berada di bawah candle, itu adalah sinyal beli.
- Indikator ini paling baik digunakan dalam tren pasar yang terdiri dari rally atau terjun yang panjang.
Stochastic
- Digunakan untuk menunjukkan kondisi overbought dan oversold.
- Ketika
garis moving average di atas 80, itu berarti bahwa pasar
overbought dan kita bisa menentukan kapan untuk menjual.
- Ketika
garis moving average adalah di bawah 20, itu berarti bahwa pasar
oversold dan kita bisa menentukan kapan untuk membeli.
Relative Strength Index (RSI)
- Serupa dengan stokastik dalam hal ini menunjukkan kondisi overbought dan oversold.
- Ketika RSI berada di atas 70, itu berarti bahwa pasar overbought dan kita siap untuk menjual.
- Ketika RSI di bawah 30, itu berarti bahwa pasar oversold dan kita siap untuk membeli.
- RSI
juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi formasi tren. Jika Kita
berpikir tren sudah terbentuk, menunggu RSI untuk naik di atas
atau turun di bawah 50 (tergantung pada jika Kita melihat sebuah
uptrend atau downtrend) sebelum Kita memasukkan perdagangan.
Average Directional Index (ADX)
- ADX mengukur seberapa kuat sebuah tren.
- Ini
berfluktuasi dari 0 hingga 100, dengan angka dibawah 20
menunjukkan tren yang lemah dan bacaan di atas 50 sinyal tren yang
kuat.
- ADX dapat digunakan sebagai konfirmasi apakah pasangan mungkin dapat melanjutkan tren saat ini atau tidak.
- ADX
juga dapat digunakan untuk menentukan kapan kita harus menutup
perdagangan lebih awal. Misalnya, ketika ADX mulai slide di bawah
50, ini menunjukkan bahwa tren saat ini kehilangan tenaga.
Ichimoku Kinko Hyo
- Ichimoku
Kinko Hyo (IKH) adalah suatu indikator untuk mengukur momentum
harga masa depan dan menentukan daerah support resistance masa
depan.
- Ichimoku diterjemahkan menjadi “sekilas”, Kinko berarti “keseimbangan”, sementara Hyo
adalah bahasa Jepang untuk “chart”. Jadi, Ichimoku Kinko Hyo singkatan
untuk “Melihat secara sekilas grafik dalam keseimbangan.”
- Jika
harga berada di atas rentang Senkou, baris paling atas berfungsi
sebagai level support pertama sedangkan garis bawah berfungsi
sebagai tingkat dukungan yang kedua. Jika harga berada di bawah
rentang Senkou, garis bawah membentuk level resistance pertama
saat baris paling atas adalah tingkat resistensi kedua.
- Kijun
Sen bertindak sebagai indikator pergerakan harga di masa depan.
Jika harga lebih tinggi dari garis biru, bisa terus naik dan lebih
tinggi. Bila harga berada di bawah garis biru, kemungkinan akan
turun.
- Tenkan Sen merupakan indikator tren pasar. Jika
garis merah bergerak naik atau turun, ini menunjukkan bahwa pasar
bergerak dalam tren. Jika bergerak secara horizontal, hal itu
memberikan sinyal bahwa pasar berkisar / sideway.
- Chikou
Span adalah baris lagging. Jika garis Chikou melintasi harga pada
arah bottom-up, itu sinyal beli. Jika melintasi jalur hijau harga
dari-atas ke bawah, itu sinyal jual.
Setiap indikator
memiliki kekurangannya. Inilah sebabnya mengapa trader menggabungkan
indikator yang berbeda untuk “melengkapi” satu sama lain.
Rectangles (persegi panjang)
rectangle atau persegi panjang adalah pola yang terbentuk ketika harga dibatasi oleh support dan resistance paralel.
Harga akan menge”test” tingkat support dan resistance beberapa kali sebelum akhirnya tembus.
Pada
contoh di atas, kita dapat dengan jelas melihat bahwa pairs diatas
dibatasi oleh dua tingkat harga kunci yang sejajar satu sama lain. Kita
hanya harus menunggu sampai salah satu tingkat tembus dan baru
kemudian masuk pasar! Ingat, ketika Kita melihat sebuah persegi
panjang:
BERPIKIRLAH DI LUAR KOTAK!
Bearish Rectangle
Sebuah
persegi panjang bearish terbentuk ketika harga mengkonsolidasi untuk
sementara selama kecenderungan trend menurun. Hal ini terjadi karena
penjual mungkin perlu berhenti dan mengatur napas sebelum harga turun
lebih rendah.
Dalam contoh ini, harga memecahkan bagian bawah
persegi panjang dan terus jatuh. Jika kita memiliki waktu singkat dan
tepat di bawah tingkat support, kita akan mendapatkan pips yang banyak.
Tips:
Setelah harga turun di bawah support, Dalam contoh di atas, pairs
bergerak melampaui target sehingga akan ada kesempatan untuk
mendapatkan lebih banyak pips!
Bullish Rectangle
Berikut
contoh lain dari segi empat, trend bullish saat ini. Setelah uptrend,
harga berhenti untuk mengkonsolidasikan sebentar. Dapatkah kamu
menebak dimana arah harga berikutnya?
Jika Kita menjawab atas, maka Kita benar!
Perhatikan
bagaimana harga bergerak setelah menembus bagian atas persegi
panjang. Jika kita buy diatas tingkat resistance, kita pasti sudah
menghasilkan banyak pips!
Ringkasan Leading dan Lagging Indicator
Berikut rangkuman singkat dari apa yang kita bahas dalam pelajaran ini:
Ada dua jenis indikator:
Leading dan
Lagging .
- Sebuah Leading indikator atau suatu osilator memberikan sinyal sebelum tren baru atau pembalikan terjadi.
- Sebuah lagging indikator atau indikator momentum memberikan sinyal setelah trend telah dimulai.
Jika
Kita dapat mengidentifikasi pasar, Kita dapat menentukan mana
indikator yang dapat memberikan sinyal yang akurat dan mana yang tidak.
Jadi, bagaimana Kita mengetahui kapan harus menggunakan osilator atau indikator momentum, atau keduanya?
Itu pertanyaan lain jutaan dolar! Bagaimanapun, kita tahu mereka tidak selalu bekerja bersama-sama.
Kami akan memberikan sejuta dolar segera …
Oh, tunggu! yang Kami maksud adalah jawaban sejuta dolar!
Belajar trading tidaklah mudah. Tapi keterampilan Kita perlahan-lahan akan meningkatkan saat pengalaman Kita bertambah.
Chart Pattern (Pola Grafik)
Sekarang
Kita memiliki gudang senjata yang dapat Kita gunakan ketika Kita
bertempur dipasar. Dalam pelajaran ini, Kita akan menambahkan senjata
lain:
Chart Pattern (pola grafik) !
Pikirkan pola
grafik sebagai detektor ranjau darat karena, sekali Kita menyelesaikan
pelajaran ini, Kita akan dapat melihat “ledakan” pada grafik bahkan
sebelum mereka terjadi, berpotensi membuat Kita banyak uang dalam
proses tersebut.
Chart Pattern seperti itu mungkin Kita merasa lucu dan Kita membiarkan kentut meledak.
Kita ingin memiliki grafik untuk mendeteksi ledakan ini?
Dalam
pelajaran ini, kami akan mengajarkan Kita pola bagan dasar dan
formasi. Ketika diidentifikasi dengan benar, biasanya meledak dan
berlari, jadi berhati-hatilah!
Ingat, tujuan kami adalah untuk
mengidentifikasi gerakan besar sebelum terjadi sehingga kita bisa naiki
mereka dan mengeruk uang tunai. Apakah Kita tidak ingin memiliki kolam
uang tunai untuk berenang seperti Richie Rich?
Bagan formasi
akan sangat membantu kita waktu harga dalam kondisi dimana pasar siap
untuk bergerak. Mereka juga dapat menunjukkan apakah harga akan terus
atau berbalik. jadi kita juga akan menyusun beberapa strategi
perdagangan yang bagus untuk pola-pola ini.